22.9 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 9, 2020

Agar Pembelajaran Daring Tidak Berasa Garing

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ketua LSBO PP Muhammadiyah Resmikan Rumah Kaligrafi Syaiful Adnan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan PusatMuhammadiyah, Drs Syukriyanto, M.Hum kemarin melakukan kunjungan silaturahmi ke Rumah...

PCIM Arab Saudi dan Suara Muhammadiyah Adakan Pelatihan Jurnalistik

MAKKAH, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Arab Saudi (PCIM Arab Saudi) bekerja sama dengan Suara Muhammadiyah (SM) menggelar pelatihan jurnalistik...

BTM Artha Surya Kabupaten Tegal Sinergikan Pengembangan AUM Pendidikan

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Membangun sinergi antar Amal Usaha Muhammadiyah BTM Artha Surya kabupaten Tegal peduli dengan pengembangan tindak lanjut. Yaitu merencanakan...

Covid Talk: Dakwah dan Pendidikan Muhammadiyah berbasis Teknologi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Berkenaan dengan adanya wabah Covid-19 di era generasi Z, maka teknologi merupakan sebuah media yang tidak boleh tertinggal...

Menghadapi Covid-19 Perlu Strategi dan Kemitraan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Allaster Cox, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia menyampaikan bahwa Australia sangat prihatin dengan kondisi di Indonesia...
- Advertisement -

Oleh: M Munawir

Tidak ada yang mengira bahwa akan munculnya pandemi wabah seperti saat ini. Pandemi Covid -19 ni memberikan dampak pada semua sektor kehidupan, tidak terkecuali pada sektor pendidikan.

Adanya kebijakan pembatasan interaksi sebagai upaya mengambat penyebaran virus covid-19 menyebabkan perubahan metode pembelajaran, metode pembelajaran daring menjadi pilihan.

Namun demikian ketidaksiapan pelaku pendidikan (menejemen sekolah dan guru) akan pembelajaran daring,  menjadi masalah utama,  karena proses belajar mengajar selama ini lebih terbiasa menggunakan metode tatap muka.

Kebanyakan lembaga pendidikan  tidak memperkenalkan pembelajaran daring sebelumnya. Kecuali sekolah sekolah yang berada di perkotaan yang sudah didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Kegagapan pembelajaran daring nampak terlihat dihadapan kita dan hal tersebut perlu segera dicarikan solusi.

Meskipun di sebut guru, bukan berarti serba bisa, guru juga memiliki kekurangan atau keterbatasan dalam mengajar. Karena sebenarnya kebanyakan guru dalam pembelajaran lebih sering menggunakan menggunakan metode ceramah.

Apalagi guru generasi X (guru yang lahir tahun sebelum tahun 1980) yang pada masa mereka penggunaan teknologi belum begitu masif.

Sebagian besar tenaga pendidik masih belum siap menggunakan tekhnologi dan aplikasi dalam pembelajaran. Mereka yang mengajar di daerah pedesaan belum familiar dengan aplikasi googleclassroom, edmodo, zoom, webinar atau platform digital yang lain.

Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, antara lain masih dirasa mahal alat dan sarananya, belum meratanya jaringan internet dan kemampuan penggunaan tekhnologi itu sendiri.

Walaupun saya yakin fitrah seorang guru yang akan terus belajar menjadi modal utama dan hal tersebut akan dilihat sebagai tantangan yang harus dihadapi. Mereka akan adaptif terhadap tuntutan yang ada.

Namun demikian tetap diperlukan support, pelatihan dan pendampingan dari lembaga induknya, dinas pendidikan, kementrian agama atau dari sekolah. Bimbingan teknis(bimtek) menjadi sangat diperlukan secara masif dan sesegera mungkin.

Bimbingan teknis harus dirancang secara sistematis, terkait dengan pembelajaran daring. Bagaimana cara membuat perencanaaan pembelajaran daring, penggunaan berbagai fitur yang ada, memasukkan bahan ajar, memberikan penugasan, mengelola diskusi, dan juga bagaimana menyelenggarakan penilaian.  

Dalam Pembelajaran online tentunya terdapat jarak yang memisahkan antara guru dan murid, maka fungsi kontrol juga tidak optimal dan juga sulit mengukur daya serap masing masing siswa. Ini juga diperlukan jalan keluar.

Masalah ini tidak boleh dianggap remeh, supaya proses pembelajaran daring yang pastinya akan terus diterapkan pada waktu yang akan datang dapat berjalan lebih efektif dan optimal.

Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi sebenarnya adalah kemampuan guru dalam berkreasi merancang dan meramu materi sesuai dengan pilihan aplikasi yang digunakan.

Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru pada pembelajaran daring ini. Disamping itu guru tetap harus berperan memberikan  memotivasi siswanya untuk tetap semangat dalam belajar secara daring.

Jangan sampai pembelajaran daring menjadi disalah artikan dengan pembelajaran “garing karena jenuh dan melelahkan. Monoton, kurang variatif dan hanya berisi tugas dan tugas tanpa adanya proses dialog antara guru dan siswa.

Kompenen-komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran daring harus segera disiapkan dan diperbaiki,  jaringan internet yang stabil, kemudian gawai atau komputer berspesifikasi mumpuni, aplikasi yang variatif.

Dalam proses pembelajaran pada masa pandemi covid-19 ini penting untuk ditambahkan pesan-pesan edukatif kepada peserta didik, tentang protokol kesehatan menghadapi virus corona.

Tidak hanya itu, mereka juga harus dipahamkan dampak dampak dari pandemi virus corona ini, bahwa semua sektor kehidupan terdampak. Tidak hanya sektor pendidikan tetapi juga sektor ekonomi , harapannya dapat menumbuhkan sikap peduli dan senang membantu bagi teman atau saudara-saudara yang lain.

Dengan demikian nantinya, akan kita dapati hasil pembelajaran yang bagus. Efek dominonya bagus, programnya tepat sasaran, dan capaian pembelajarannya tercapai serta tumbuh karakter yang bagus.

Dan pada akhirnya ketika mereka harus kembali  belajar di sekolah, mereka sudah siap lahir batin. Mereka sudah memahami protokol kesehatan dalam menhadapi virus corona serta bermental peduli , suka menolong dan membantu sesama. Semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir. Amiin.

M Munawir, Guru Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles