Wisuda Virtual SMPM 12 GKB Gresik di Tengah Pandemi

Wisuda virtual SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dilakukan di tengah pandemi Corona-19, Jumat (5/6/20). Wisuda ke-17 ini diikuti 203 siswa dengan menggunakan aplikasi zoom meeting.

Layaknya wisuda yang dilakukan offline, wisuda virtual ini diikuti siswa dan juga orangtua di rumah masing-masing yang terlihat di layar partisipan. Mereka menyaksikan dengan seksama mulai dari praacara, proses wisuda, hiburan, sampai dengan sesi doa.

Rasa haru ketika kepala sekolah selesai membacakan surat kelulusan, siswa berjabat tangan dengan orangtua dan memeluknya. Moment spesial ini bisa disaksikan melalu layar televisi yang ada di ruang saat live wisuda virtual.

“Selamat pada 203 siswa yang pada hari ini (Jumat) dinyatakan lulus dari SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik. Kalian semua telah menjadi alumni ke-17 melalui kegiatan wisuda virtual di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujar Hari Widianto MPd kepala sekolah usai membacakan surat kelulusan.

Hari menjelaskan pelaksanaan wisuda virtual ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang telah menempuh proses belajar 3 tahun. Meskipun, lanjutnya, dalam kondisi seperti ini (wabah Covid-19) tidak menyurutkan niat sekolah untuk menggelar wisuda akhir tahun.

Ada Selebrasi Poster Wisudawan

Wisuda virtual memang mengharuskan ada pemisah jarak. Meskipun demikian, bentuk kegembiraan siswa sebagai bentuk ucapan terima kasih pada guru dan juga saling memotivasi antarsiswa, para wisudawan membuat selebrasi poster yang bisa disaksikan melalui layar zoom meeting.

“Ya, siswa melakukan selebrasi setelah pengukuhan wisuda. Mereka diberikan waktu 2 menit untuk menunjukkan poster yang telah disiapkan,” jelas Hari Widianto.

Dia menjelaskan panitia wisuda memberikan ruang bagi seluruh siswa untuk mengucapkan dengan bahasa tulis melalui poster sebagai pengganti ucapan lisan yang sering dilakukan ketika menjalani wisuda.

Baca Juga:   Dua Bekas Anggota Militer Suriah Diadili di Jerman

Wisuda virtual ini, sambungnya, kami ingin memberikan kegembiraan bersama karena tidak bisa bertemu secara langsung. Mereka bisa melakukannya di rumah masing-masing dengan didamping orang tua.

“Semoga moment ini bisa memotivasi seluruh wisudawan ketika belajar di level pendidikan lebih tinggi nantinya,” tandasnya. (Ichwan Arif)