Jumat Berkah Bedah Sekolah Ala MI Muhammadiyah Kenteng

AUM
Dok Lazismu/SM

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Masa Pandemi Covid-19 masih sangat dirasakan oleh seluruh keluarga, masyarakat, lembaga bahkan negara di dunia. Beberapa lembaga pendidikan khususnya yang diarsakan oleh pendidik dan juga peserta didik di MI Muhammadiyah Kenteng. Belum adanya anjuran dan surat edaran dari pemerintah terkait bolehnya pembelajaran di sekolah, membuat sebagain siswa mengeluhkan bahwa sudah rindu dengan sekolah, rindu belajar dan bermain bersama dengan teman-teman di sekolah.

Berlakunya belajar di rumah sudah berjalan kurang lebih 2 bulan, kegiatan belajar mengajar di sekolah memang belum boleh dilaksanakan, namun sesekali berkunjung ke sekolah juga tidak menjadi sebuah permasalahan, asalkan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah di anjurkan oleh pemerintah Siswa MI Muhammadiyah Kenteng.

Seperti yang dilakukan beberapa siswa kurang lebih 6 siswa MI Muhamamdiyah Kenteng yang juga termasuk santri di Panti Asuhan Binausaadah Muhammadiyah Pandowan Kabupaten Kulon Progo yang memang selama work form home/ home schooling tetap berada di panti, sementara yang lain sudah pulang ke rumah masing-masing selama libur dan dalam masa pandemi covid-19.

Jumat, 29 Mei 2020, tepatnya pukul 09.00 WIB anak-anak diajak oleh salah satu guru MI Muhammadiyah yang sekaligus pendamping santri di Panti Asuhan untuk sekedar menengok sekolah dan sekaligus kegiatan bersih-bersih sekolah, baik ruang kelas, kantor, halaman, pohon baca dan menyirami tanaman sekolah. Anak-anak merasa senang bisa dating ke sekolah lagi. Kegiatan Jumat bersih dilaksanakan kurang lebih 1 jam, setelah semua selesai semuanya kembali ke Panti dengan armada yang tadi digunakan. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Kepala Madrasah dan kegiatan ini juga didokumentasikan  dan dapat dilihat di website sekolah www.mimkenteng.sch dan juga di link berikut https://bit.ly/Jumat_Bersih-Bedah_SekolahMIMUHKENTENG,” pungkas Rizco, Guru MI Muhammadiyah Kenteng. (ras)

Baca Juga:   Pesma Buya Hamka Memahirkan Bahasa ke Kampung Inggris