31 C
Yogyakarta
Kamis, Agustus 6, 2020

Mana Teriakan Saya Pancasila Mu: Disinformasi Tulisan Mencatut Abdul Mu’ti

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Terbaik di Jawa Timur, UMM Kampus Swasta Terbaik Kedua di Indonesia versi Unirank

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk dalam jajaran universitas terbaik di Indonesia. Lembaga perangkingan perguruan tinggi internasional, 4 International...

SMK Mutu Tegal Unggul, Jadi Pusat Studi Banding

TEGAL, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah  1 (SMK Mutu) Kota Tegal merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah unggul di Jawa Tengah....

Haedar Nashir Ajak Warga Bermitra dengan BulogMU

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam kunjungannya ke Grha Suara Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyempatkan melihat lokasi BulogMU pusat...

FKKS Muhammadiyah Jateng Gelar Rakor, Fokuskan Tiga Pembahasan

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Forum Komunikasi Kepala sekolah Muhammadiyah Jawa Tengah gelar Rapat koordinasi di Semarang pada Rabu, 5 Agustus 2020. Dihadiri...

Mentari Covid-19, Upaya Ekstra Muhammadiyah Tangani Wabah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Adanya perkembangan kasus wabah Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pesan berantai berjudul “Mana Teriakan Saya Pancasila Mu?” mencatut nama Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti, MEd. Tulisan tersebut juga terdapat di dalam website hajinews.id.

“Untuk yang biasa berteriak ; “Saya Pancasila…….!” saatnya anda bangun dan sadar, jangan tertipu oleh mereka yang akan merusak Pancasila. Kalau hanya teriak, dulu tokoh-tokoh Komunis juga berteriak yang sama, tapi mereka berhianat pada Pancasila,” tulis salah satu bagian dari pesan tersebut.

Dalam keterangannya pada Jum’at (12/6), Abdul Mu’ti menyatakan dirinya tidak menulis dan membuat pernyataan seperti yang dimuat di hajinews tersebut. Mu’ti menilai bahwa tulisan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan (hoax). Tulisan itu bisa disebut juga sebagai disinformasi atau penyampaian informasi yang salah.

Mu’ti mengajak semua pihak, khususnya warga Muhammadiyah untuk bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah mempercayai suatu tulisan yang belum tentu kebenarannya. Mu’ti juga mengedepankan sifat tabayun, dan berfikir kritis ketika menerima suatu informasi di media sosial. (Riz)

Tangkapan Layar Ponsel
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles