Menepuk Punggung Makmum untuk Membuat Shaf Baru

Keutamaan Shalat Sendiri (Munfarid) dan Jamaah
Shalat Foto Ilustrasi

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Saya anggota di PCM Air Joman. Saya mau tanya, dalam shalat berjamaah jika shaf depan sudah penuh, adakah dalil (tuntunan) yang mengharuskan atau membolehkan kita menepuk punggung makmum yang di depan untuk mundur membuat shaf baru dengan kita?

Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

Hidayat (disidangkan pada Jum’at, 4 Muharram 1440 H / 14 September 2018 M)

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam wr.wb.

Terima kasih atas pertanyaan yang saudara sampaikan. Semoga apa yang kami paparkan dapat menjawab pertanyaan saudara.

Jika membaca kitab-kitab hadis, maka akan ditemukan banyak sekali hadis yang menunjukkan keutamaan shalat berjamaah di masjid. Hal ini tentu mendorong masyarakat muslim untuk berlomba-lomba menunaikan shalat wajib secara berjamaah. Selain itu dalam shalat jamaah Rasulullah juga memerintahkan para makmum untuk merapatkan dan meluruskan shaf.

Shaf adalah barisan kaum muslimin dalam shalat berjamaah. Oleh karena itu, secara bahasa,  jika hanya ada satu orang saja tidak bisa disebut shaf. Namun pada kenyataannya tidak selalu seseorang itu bisa masuk dalam sebuah shaf ketika shalat berjamaah. Misalnya seperti pertanyaan yang saudara sampaikan, bahwa ketika seseorang terlambat datang ke masjid dan ia mendapati shaf sudah penuh, maka apakah ia harus berdiri sendiri di belakang shaf atau menarik satu orang dari shaf di depannya untuk menemaninya membuat shaf di belakang?

Terdapat sabda Rasulullah saw yang menyatakan ketidaksempurnaan shalat seseorang di belakang shaf sendirian dalam shalat jamaah,

عَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَدٍ الْجُهَّنِي أَنَّ رَسُولَ اللهِ رَأَى رَجُلًا يُصَلِّي خَلْفَ الصَّفِّ وَحْدَهُ فَأَمَرَهُ أَنْ يُعِيدَ الصَّلَاةِ [رواه أحمد و أبو داود والترمذي و حسنه و صححه ابن حبان].