Silaturahim PCIM Mesir Bertabur Tokoh

Arsip PCIM Mesir

KAIRO, Suara Muhammadiyah – Masih dalam nuansa bulan Syawal, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Mesir bekerjasama dengan Alumni PCIM dan PCIA Mesir mengadakan Silaturahim Idul Fitri. Dilanjutkan Dialog Keummatan yang menghadirkan para tokoh Muhammadiyah dan para alumni PCIM PCIA Mesir melalui video telekonferensi, Kamis (4/6).

Beberapa tokoh Muhammadiyah yang turut hadir diantaranya Prof Dr Din Syamsudin, Prof Dr Chamamah Soeratno, KH Muhyidin Junaedi MA. Dalam Silaturahim Idul Fitri dan Dialog Keummatan tersebut, turut hadir pula para pemantik lainnya yaitu Guru Besar Universitas Gadjah Mada/ Mantan Atdikbud KBRI Kairo Mesir Prof Dr Sangidu Asofa, MHum, Rektor UM Banjarmasin Prof Dr Ahmad Khairuddin, MAg, Warga Negara Mesir Simpatisan Muhammadiyah Dr Mustofa Dasuki Kesba, Atdikbud Kairo Mesir Dr Usman Syihab,MA, Wakil Ketua Mejelis Tabligh PP Muhammadiyah KH Fahmi Salim, Lc, MA, dan Ketua LPP-AIK Universitas Muhammadiyah Jakarta Dr Saiful Bahri.

Turut hadir Ketua PCIM Mesir Pertama Misbahul Munir, Lc, Ketua PCIM Mesir Periode Kedua KH Iswan Kurnia Hasan, Lc, MA, Ketua PCIM Mesir Periode Ketiga Cecep Taufiqurrahman, MA, Pimpinan PUTM Yogyakarta KH Muhammad Muhajir, Lc, MAg, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Lailatis Syarifah, Lc, MA, dan Mahasiswa S3 Universitas Arizona Muhammad Rofiq, Lc, MA.

Silaturahmi yang berlangsung selama empat jam ini dihadiri oleh 176 peserta zoom mendapat sambutan yang hangat dari para peserta. Ketua PCIM Mesir Periode 2020-2022, Umair Fahmiddin, Lc., Dipl. Yang juga merupakan moderator dalam acara tersebut menginformasikan bahwa cita-cita PCIM Mesir adalah menjadi pusat keunggulan kajian keislaman dan kaderisasi di Timteng. Hal ini dilihat dari pola kegiatan PCIM yang cukup aktif membina para kadernya.

Baca Juga:   Bina Mualaf Tionghoa Kepulauan Meranti, PITI Jalin Kerjasama dengan UMRI

Dialog diawali dengan penyampaian Prof. Dr. KH. M. Din Syamsuddin, MA. Beliau mengungkapkan bahwa Mesir adalah sumber mata air ilmu pengetahuan Islam. Banyak tokoh ulama di Indonesia termasuk di Muhammadiyah dan ormas-ormas lain seperti NU banyak disumbang oleh alumni Al-Azhar.

“Muhammadiyah di Mesir itu pikirannya maju, memikirkan organisasi dan dakwah yang luar biasa, pikirannya tidak hanya untuk belajar saja,” ungkap Prof. Dr. Siti Chamamah.

Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif, MSi mengutarakan siap bekerjasama dengan PTM menengah ke atas untuk memberdayakan alumni Mesir dan Timteng serta akan mengkoordinasikan dengan Dr. Maskuri terkait problematika kekurangan guru agama serta ustadz di instansi Muhammadiyah.

“Lembaga Kerjasama Hubungan Internasional (LKHI) PP Muhammadiyah memiliki proyek minimal dalam setiap tahunnya akan ada 50 kader Muhammadiyah lulusan Timteng yang akan diberdayakan oleh Muhammadiyah. Ust. Adi Hidayat adalah salah satu kader Muhammadiyah yang dikirim ke Libya pada tahun 2005 dan kembali ke tanah air pada tahun 2010 waktu terjadi revolusi ,” ungkap KH. Muhyiddin Djunaidi, MA.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh KH. Ali Aulia, Lc., M.Hum. agar para kader Muhammadiayah berminat untuk melanjutkan studi di Al-Azhar adalah dengan memanfaatkan peran kader-kader di luar negeri dalam memberikan pewarnaan kepada para santri. Dr. Usman Syihab juga menegaskan dan menyarankan agar para calon mahasiswa Al Azhar meningkatan kemampuan bahasa Arabnya agar dapat mengikuti dan sukses belajar di Universitas Al-Azhar kelak.

KH. Anang Rikza Masyhadi, MA. menyebutkan tiga fungsi PCIM yang dulu pernah disusun di awal berdirinya: (1) Lumbung kaderisasi ulama dan pemimpin (2) Mediator kerjasama Indonesia – Mesir (3) dan agen trasformasi timbal balik pemikiran, tranformasi dua arah pemikiran keagamaan yang terstruktur dan dalam jumlah yang banyak.

Baca Juga:   Din Syamsuddin: Jokowi Tahu Ada Demonstrasi dan Kemacetan, Seharusnya Sejak Awal Tidak Meninggalkan Istana

“Selama ini orang bekerjasama dengan Al-Azhar hanya menguntungkan satu pihak saja. Seperti halnya mendapatkan beasiswa dll. Namun tidak ada timbal balik ke Al- Azhar dan kita tidak pernah tahu betapa susahnya Al-Azhar mencarikan beasiswa untuk kita,” terang Cecep Taufiqurrahman, MA. Gagasan itupun mendapatkan sambutan dari Mahasiswa pasca sarjana Universitas Al Azhar, Ust. Musa Al-Azhar, Lc., Dipl. (Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PCIM Mesir 2018-2020/ Mahasiswa S2 Universitas Al-Azhar) yang berharap agar para alumni PCIM PCIA Mesir yang sudah berkiprah di Indonesia ikut mendorong kerja sama Muhammadiyah dengan Al-Azhar terutama dalam keilmuan Islam.

Muhammad Rofiq Lc.,MA. berharap akan adanya follow up diskusi secara berkala yang membahas topik tertentu untuk para alumni PCIM dalam rangka menyalurkan potensi intelektual para alumni PCIM. (Fahmi)