Pemilihan Kepala PAUD Percontohan

Pendidik di PAUD Percontohan Aisyiyah Takerharjo Solokuro Lamongan

Mushlihin

Sabtu Kliwon 13 Juni 2020 saya ditugasi pengajian iftitah. Dalam acara laporan pertanggung jawaban PAUD Percontohan Aisyiyah Takerharjo Solokuro Lamongan periode 2016-2020. Sekaligus pemilihan kepala baru masa jabatan empat tahun ke depan. Sebuah kehormatan, karena itu adalah almamater saya 40 tahun yang lalu.

Pada pengajian tersebut saya sampaikan hadis riwayat Bukhari Muslim. Bahwa hak muslim ada lima. Yaitu menjawab salam, besuk, takziah, mendoakan orang bersin dan kondangan. Tujuannya untuk menghormati seluruh tamu undangan.

Selanjutnya saya berdecak kagum. Terutama kepada penasihat, pembina, pengurus, dan sesepuh yang berkenan hadir. Atas perjuangan mereka PAUD ini berdiri. Lalu dicatat, didaftar, diakui, disamakan, dan terakreditasi.

Bahkan mendapatkan predikat PAUD percontohan, kualifikasi A oleh BAN, lembaga perintis program green school, PAUD inovatif dan berkarakter, sekolah ramah anak, dan lembaga perintis program pramuka siaga. Sebagaimana yang saya baca dalam buku laporan.

Pun prestasi yang diperoleh pendidik dan peserta didik serta wali sangat spektakuler. Juara harapan 3 lomba sandiwara boneka tingkat nasional. Adapun juara tingkat kabupaten tambah banyak. Seperti lomba bercerita tanpa alat, gerak dan lagu, permainan anak, finger print, MC, story reading, best practice, lari, menghias, pantomim, tartil, percakapan, dan azan.

Kemudian kegiatan belajar PAUD yang terdiri dari SPS, KB, TK, dan TPQ ini dilaksanakan Sabtu sampai Kamis. Sedang Jumat libur. Sebagai kegiatan penunjang adalah literasi, tahfiz, tapak suci, salat duha, pramuka, dan sedekah barang berguna. Saya kian terpana.

Percontohan Daerah Lain

Gayung bersambut, ratusan lembaga lain melakukan magang alias studi tiru. Di antaranya dari UINSA, UNAIR, PDA Tulungagung, Madiun, Gresik, Nganjuk, Bojonegoro, dan Lamongan. Sungguh saya tercengang.

Namun problematika yang dihadapi ialah kurangnya sarpras, dana dan murid. Di akar rumput, fanatisme organisasi cukup tinggi. Ada ayah tak sudi membiayai anaknya di PAUD Aisyiyah, lantaran beda pandangan. Untung si ibu tak khawatir. Sebab Pimpinan Ranting siap menggratiskan SPP. Lebih dari itu warga sekolah semangat jihad fi sabilillah. Saya makin suka.

Baca Juga:   ‘Aisyiyah dan Hari Ibu

Akhirnya saya mengajak hadirin agar menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Bila ada keraguan, mintalah pertolongan kepada Allah. Supaya kita ditunjukkan jalan hidup yang dapat membuat bahagia. Bukan jalan yang dimurkai dan sesat. Selamat bereformasi, semoga terpilih pimpinan yang sidik (benar), amanah (jujur), tablig (terbuka) dan fatanah (cerdas).

Mushlihin, Alumni PAUD Percontohan Aisyiyah Takerharjo Solokuro Lamongan