Ketua Majelis Tarjih PWM Sumbar Nakhhodai Ponpes Thawalib

Buya Zulkarnaini (keempat dari kanan) bersama Pimpinan Yayasan Thawalib Padang Panjang Foto Dok Haluan

PADANG PANJANG, Suara Muhammadiyah – Perguruan Thawalib Padang Panjang kini memiliki nahkoda baru yaitu Buya Dr H Zulkarnaini, MAg. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat ini dianggap tepat memimpin perguruan yang erat hubungannya dengan persyarikatan Muhammadiyah.

Perguruan Thawalib Padang Panjang merupakan lembaga pendidikan Islam modern pertama di Sumatera Barat yang didirikan tahun 1911. Memiliki berbagai unit pendidikan mulai dari PAUD, Raudhatul Athfal Al-quran (RAA), Madrasah Ibtidaiyah Unggul Terpadu (MIUT) Thawalib, Tsanawiyah Thawalib Putra, Tsnawiyah Thawalib Putri, Kuliyatul Ulum El Islamiyah (KUI) Putra dan KUI Putri.

Buya Zulkarnaini bukanlah sosok asing di Perguruan Thawalib. Selama 7 tahun Buya Zulkarnaini menempa diri di Thawalib 4 tahun dan jenjang KUI selama 3 tahun.

Kemudian Buya Zulkarnaini melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ilmu Agama (FIA) Univesitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) serta Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang untuk meraih sarjana lengkap (1983). Pendidikan S2 di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh (1992), dan S3 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2004).

Sebagai tokoh Muhammadiyah, Buya Zulkarnaini pernah berkhidmat sebagai  Ketua Majelis Tabligh PDM Solok, Ketua Majelis Tarjih PDM Solok dan Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solok.

Setelah itu di tingkat Wilayah, dirinya  pernah diamanahi anggota Majelis tarjih dan Tajdid PWM Sumbar. Wakil Ketua majelis Tarjih dan Tajdid periode 2010-2015 dan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumbar Periode 2015-2020.

Sementara itu, di Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Zulkarnaini merupakan Ketua MUI Kabupaten Solok 2005-2015. Serta di MUI Sumatera Barat dirinya berkhidmat sebagai Ketua Bidang Fatwa Hukum dan Perundang-undangan.

Ketua Majelis Tarjih PWM Sumbar Nakhhodai Ponpes Thawalib
Buya Zulkarnaini Thawalib Padang Panjang Foto Dok Haluan

Dilansir Harian Haluan, Buya Zulkarnaini adalah dosen tetap di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang. Pada 27 Mei lalu telah resmi memasuki masa purnabakti di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol.

Baca Juga:   Kemenkes dan Bapenas Tekankan Aisyiyah Sebagai Aktor Pencapaian SDGs

Tak hanya itu, dirinya juga pengajar Fiqih dan Ushul Fiqih serta Tafsir dan Ilmu Tafsir di Muhammadiyah Collage, Singapura tahun 2008 sampai sekarang.

Ditunjuknya Buya Zulkarnaini memimpin Perguruan Thawalib sesuai dengan SK yang secara resmi diberikan Pengurus Yayasan Thawalib. Diharapkan dapat membawa Perguruan Thawalib lebih maju lagi.

 “Alhamdulillah, Pengurus Yayasan Thawalib telah secara resmi mengangkat Buya Zulkarnaini sebagai Pimpinan Perguruan Thawalib. Sebagai figur cocok untuk memimpin pesantren yang kini berusia 109 tahun,” ungkap Ketua Umum Yayasan Thawalib, Abrar, MAg pada Ahad (21/6).

Sementara itu, Ketua Yayasan Thawalib, Dr. Saiful Amin menyebut  sangat cocok, sebab memiliki latar belakang ilmu agama yang kuat serta juga alumni Thawalib. “Kami bersyukur  saat ini sudah ada Pimpinan Perguruan Thawalib yang dipimpin oleh Buya Zulkarnaini,” tandasnya.

Ketua PWM Sumbar Buya Shofwan mengucapkan selamat kepada Buya Zulkarnaini. Selain itu ia juga mengucapkan kepada Buya Sobhan Lubis Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumbar yang kini ditunjuk sebagai ketua Harian Masjid Raya Sumbar.

“Saya ikut senang dan bangga mereka adalah kader terbaik Muhammadiyah. Dua lembaga strategis untuk kader terbaik,” pungkasnya. (Riz)