Forum Guru Besar Muhammadiyah Hadir untuk Persyarikatan

Prof Dr Dadang Kahmad, MSi
Prof Dr Dadang Kahmad, MSi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Forum Guru Besar Muhammadiyah (FGBM) menjadi saranan menggali gagasan dari para guru besar yang memiliki berbagai disiplin ilmu.  

Ketua FGBM Prof Prof Herry Suhardiyanto mengungkapkan FGBM sebagai bagian dari supporting group Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Jika ada pemikiran-pemikiran, kita rumuskan, kita susun, kita sampaikan kepada bapak-bapak, ibu-ibu yang menjalankan amanah dan agenda perjuangan Muhammadiyah,” tutur Herry dalam Pengajian FGBM bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi, Rabu (24/6).

Mantan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut mengatakan FGBM telah membuat kelompok keilmuan agar menghasilkan pemikiran konstruktif bagi Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad, MSi dalam sambutannya menceritakan tentang pembentukan FGBM. Yaitu pada 2019 ide FGBM ingin mengimpun atau mengumpulkan para guru besar.

Awalnya yaitu dengan pembicaraan bersama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) yang merupakan guru besar di berbagai daerah. “Alhamdulillah ada beberapa PWM yang merupakan guru besar, seperti di Sumatera Utara, Lampung, Riau, Sulawesi Selatan, Gorontalo, serta Papua,” ungkap Dadang.

“Kita ingin menghimpun potensi yang ada di Muhammadiyah, termasuk guru besar agar bagaimana bisa memberikan kontribusi yang positif bagi persyarikatan kita di berbagai keilmuan,” imbuhnya.

Menurut Dadang, Muhammadiyah ke depan ternyata lebih kompleks lagi, lebih rumit lagi, dibanding Muhammadiyah seratus tahun yang lalu. “Kita menghadapi masa-masa yang luar biasa, kalau menghadapinya dengan paradigma masa lalu tentu akan berbeda,” katanya.

Padahal produk-produk amal usaha kita banyak produk yang masa lalu, yang mungkin pada masa yang akan datang menjadi sesuatu yang populer dan tidak diminati.

Oleh karena itu, pikiran-pikiran guru besar ini bagaimana memberikan inovasi, semacam gagasan untuk Muhammadiyah masa depan.

Baca Juga:   Manfaatkan Multimedia, UMTAS Kenalkan Metode ‘Asyik’ Menghafal Qur’an

“Saya berterima kasih kepada Prof Edy, karena telah membuat beberapa grup berdasarkan keahlian masing-masing, ketika suatu hari kita memerlukan diskusi dengan sesuatu masalah kita tinggal menghidupkan grup-grup seperti itu agar muncul berbagai gagasan,” ungkapnya.

Dadang berharap FGBM menghasilkan pikiran-pikiran, gagasan-gasan yang konstruktif dan produktif untuk kemajuan persyarikatan ke depan. (Riz)