25.6 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

UM Metro PTS Terbaik di Sumatera Versi Webomatrics

METRO, Suara Muhammadiyah - Dalam rilis terbaru Webomatrics edisi Juli 2020, Universitas Muhammadiyah Metro bertahan di peringkat pertama sebagai perguruan tinggi swasta...

Khutbah Ta’aruf Hajriyanto di SMP Mutual: Pentingnya Komunikasi dan Menjalin Relasi

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Salah satu aspek yang akan menentukan keberhasilan dimasa mendatang adalah sejauh mana kemampuan berkomunikasi serta menjalin relasi dengan...

Haedar Nashir: Kerjasama Jadikan Unismuh Unggul dan Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik jadi Rektor baru Unismuh Makassar periode 2020-2024. Prof Ambo Asse...

Prof Ambo Asse Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru Unismuh ke-11

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar. Guru Besar dari UIN Alauddin Makassar...

Kiprah Prof Rahman Rahim Memajukan Unismuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh  Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM telah berakhir masa periodenya  sebagai rektor sejak Sabtu...
- Advertisement -

Idealnya penggerak Muhammadiyah lokal, menurut Ahmad Norma Permata, adalah sebagai religious entrepreneur, bukan religious entertainer. Tidak hanya menyampaikan ceramah, namun mampu berbagi pengetahuan dan pengalaman serta menggerakkan komunitas masyarakat menjadi lebih baik pada semua sisi: agama, sains, sosial, ekonomi, budaya. Langkah strategis dakwah pemberdayaan ini dirumuskan dalam konsep Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah.

Konsep ini mulai mengemuka sejak Muktamar ke-37 di Yogyakarta tahun 1968. Disempurnakan pada Muktamar ke-38 di Makassar tahun 1971, dan akhirnya diputuskan pada muktamar ke-39 di Padang tahun 1974, (LPCR PP Muhammadiyah, Menggerakkan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah sesuai Kebutuhan Jamaah, 2017).

GJDJ dimaksudkan sebagai suatu usaha Persyarikatan Muhammadiyah, melalui anggotanya yang tersebar di seluruh tanah air, untuk secara serempak, sistematis, teratur, dan terencana. Meningkatkan keaktifan membina lingkungannya ke arah kehidupan yang sejahtera lahir dan batin. Jamaah yang menjadi objek dakwah adalah sekelompok orang atau keluarga yang tempat tinggalnya saling berdekatan atau saling terjalin dalam suatu wadah bersama. Tanpa membedakan suku, golongan, agama, status sosial.

Komponen GJDJ terdiri dari pamong jamaah, inti jamaah, jamaah, dan dakwah jamaah. Pamong jamaah bertindak sebagai pembina utama yang merencanakan dan melaksanakan pembinaan masyarakat. Anggota Muhammadiyah yang ikut menggerakkan dan membimbing disebut inti jamaah. Adapun jamaah merupakan sekelompok orang yang membina hidup bersama dalam suatu lingkungan. Diibaratkan sebuah kapal, maka dakwah jamaah adalah mesin penggerak, pamong sebagai nahkoda, inti jamaah sebagai awak kapal, dan jamaah adalah penumpangnya.

Para jamaah yang dibina, tidak selalu ada hubungan dengan Muhammadiyah; yang ada hubungan secara organisatoris adalah antara anggota Muhammadiyah sebagai inti jama’ah dengan Muhammadiyah setempat. Pembinaan dilakukan dengan prinsip inklusivitas, memandang orang lain sebagai bagian dari kita dan ingin maju bersama. Diikat dalam suatu tujuan dan usaha bersama.

Para penggerak jamaah ini harus memiliki sejumlah pemahaman, pengetahuan, penghayatan, perilaku dan ketrampilan tertentu untuk dapat melaksanakan fungsinya. Mulai dari kompetensi pemahaman agama, wawasan yang luas, berakhlak karimah dan menjadi uswah hasanah, serta mengenal peta karakteristik sosial-budaya lingkungan yang akan dibina.

Pembinaan berkelanjutan itu dijalankan secara bertahap, melalui pembinaan kesejahteraan anggota jamaah, menumbuhkan sentra ekonomi berbasis jamaah, menguatkan rasa solidaritas dan keharmonisan jamaah, berkonstribusi pada kepentingan publik, melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

GJDJ merupakan sebuah konsep dakwah melalui pendekatan pemecahan masalah dan community development. Penggeraknya aktif mengupayakan solusi untuk mencapai tujuan ideal bermasyarakat. Beberapa Cabang dan Ranting di bawah monitoring LPCR telah menjadi contoh nyata gerakan pembumian dakwah yang didekati dengan ragam pendekatan berdasarkan kebutuhan jamaah. (muhammad ridha basri)

Sumber: Majalah SM Edisi 20 Tahun 2019

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles