Berjamaah Muamalah Lebih Sulit dari Berjamaah Ibadah

Rektor ITB-AD Mukhaer Pakkana

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suara Muhammadiyah menyelenggarakan Webinar “Bisnis Ekonomi Jamaah: Peran Muhammadiyah dan BulogMu dalam Menguatkan Ekonomi Umat di Tengah Pandemi”. Perlu jejaring ekonomi secara berjamaah yang dapat dilakukan oleh seluruh potensi yang ada di Muhammadiyah.

Hadir sebagai narasumber Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Anwar Abbas, MM, MAg, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Dr M Nurul Yamin, MSi, Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah Dr Mukhaer Pakkana, MM, dan Direktur Utama Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari, MA.

Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah Dr Mukhaer Pakkana, MM mengungkapkan bahwa berjamaah secara muamalah lebih sulit dari jamaah ibadah. Menurutnya agenda yang diprakarsai Suara Muhammadiyah sangat relevan untuk membangun sinergi berjamaah secara muamalah dalam bidang ekonomi yang menjadi amanat Muktamar Muhammadiyah ini.

Muktamar Muhammadiyah mengamanahkan pilar baru yaitu gerakan ekonomi. Arahnya yaitu bangkitnya etos dan kreativitas ekonomi dalam menguatkan kemandirian Muhammadiyah sebagai wujud kontribusi persyarikatan bagi kebangkitan ekonomi umat dan bangsa. “Membangunkan semangat khairu ummah kuncinya adalah berjamaah,” tutur Mukhaer, Sabtu (27/6).

Mukhaer menjelaskan tentang dasar gerakan sosial ekonomi Muhammadiyah yaitu Teologi Al-Ma’un yaitu pemihakan kepada kaum miskin, terlantar, tertindas, termarjinalkan, dan kepada anak yatim yang jumlahnya cukup masif. Begitu juga Teologi Al-Ashr dengan revolusi teknologi yaitu era dimana waktu bergerak dengan cepat menjadikan Muhammadiyah dihadapkan dengan berbagai tantangan zaman.

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) ini juga menguraikan bagaimana spirit jamaah dapat berjalan dalam tiga Spektrum Gerakan Ekonomi Muhammadiyah. Pertama melalui Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) dengan menjadikan sebagai kekuatan ekonomi baru di Indonesia melalui pengembangan dan pendirian AUM beriorentasi Bisnis.

Baca Juga:   Pentingnya Konsolidasi dan Kelembagaan Sektor Ekonomi Muhammadiyah

Kedua melalui Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) dalam rangka memajukan ekonomi warga, yaitu mendorong, membimbing dan memberdayakan ekonomi warga untuk tumbuh dan berkembang menjadi saudagar-saudagar besar. Ketiga yaitu bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga, keuangan, ormas dan lain sebagainya. Dalam rangka memajukan ekonomi dalam upaya membangun kesejahteraan dan kemandirian umat dan bangsa. (Riz)