Muhammadiyah Gaungkan Pilar Ketiga Sektor Ekonomi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Mengingat amanat Muktamar Muhammadiyah yang ke-47 di Makassar yaitu menegakkan pilar ketiga Muhammadiyah di bidang ekonomi. Hal ini mengharuskan seluruh elemen warga persyarikatan untuk segera bergerak mewujudkannya.

Seiring dengan kondisi dan situasi pandemi yang telah memukul serta memporak-porandakan sektor ekonomi di seluruh dunia. Memaksa setiap negara untuk mengatur ulang strategi ekonominya, tidak terkecuali Indonesia.

Anwar Abbas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi menyampaikan kekhawatirannya terkait krisis yang tidak kunjung mereda. Jika krisis ekonomi tidak dapat ditangani dengan baik, maka akan terjadi krisis sosial. Banyak terjadi kriminalitas seperti pencurian, penjarahan, pembegalan, dan lain sebagainya. Dan apabila krisis sosial tidak terselesaikan, akan berakibat kepada krisis politik, sebagaimana yang terjadi pada tahun 1998. “Tentu permasalahan krisis politik ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengembalikannya ke situasi normal,” ujarnya.

“Pandemi yang berlarut-larut akan membuat kondisi ekonomi semakin sulit. Pemerintah saat ini diibaratkan seperti memakan buah simalakama. Jika dimakan mati, dan apabila tidak dimakan, akan mati juga,” ungkap Anwar Abbas dalam acara Webinar Nasional dengan tema “Bisnis Ekonomi Jamaah: Peran Muhammadiyah dan BulogMu dalam Menguatkan Ekonomi Umat di Tengah Pandemi” (27/6).

Beberapa bulan yang lalu, sebelum terjadi pandemi Covid-19, masalah kemiskinan dapat diatasi melalui dana zakat, infaq, dan shadaqah. Apabila pandemi di Indonesia terus terjadi maka dikhawatirkan masyarakat yang sebelumnya mampu mengeluarkan zakat beralih menjadi penerima zakat karena tidak adanya pendapatan di masa pandemi.

Dalam situasi seperti ini semua sektor usaha di Indonesia terpukul. Produk atau barang Indonesia tidak laku dijual ke laur negeri. Melihat fenomena ini, masih ada beberapa usaha yang memilki prospek bagus ke depan, yaitu usaha di bidang kesehatan.  

Baca Juga:   Cabang dan Ranting Muhammadiyah Margasari Berantas Covid-19

Anwar menambahkan, dalam menyikapi masalah ini Muhammadiyah memiliki andil besar, yaitu dengan merealisasikan amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47. Walaupun sudah ada banyak perkembangan, secara etos juga mulai tumbuh, namun juga harus diiringi dengan skill yang matang dan bagus.

Muhammadiyah harus mulai memetakan segala potensi yang ada, dan kemudian merajutnya menjadi kekuatan ekonomi yang besar. “Kita berusaha, bagaimana cara kita ke depan dapat membuat model atau contoh-contoh konkrit, sehingga dapat ditiru oleh seluruh warga persyarikatan,” pesannya.

“Terimakasih kepada Suara Muhammadiyah, tidak hanya menyuarakan pemikiran, namun juga menjadi media yang menyuaran ekonomi dan bisnis di lingkungan persyarikatan,” tutupnya. (diko)