Tiga Mitra Dukung Kemajuan MTs Muhammadiyah Karang Intan

MTs Muhammadiyah Karang Intan Jalin Kerja Sama Foto Dok M Nashir/SM

BANJAR, Suara Muhammadiyah – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Karang Intan (29/06) Gelar Penandatangan Kerjasama dengan mitra pendukung untuk menyambut tahun ajaran baru.

Penandatanganan yang digelar pada ruang kelas MTs Muhammadiyah Karang Intan ini berisikan kesepakatan bersama antara Madrasah dengan beberapa mitra pendukung untuk pengembangan mutu sekolah untuk satu tahun kedepan.

MTs Muhammadiyah Karang Intan yang sekarang populer dengan sebutan Tsamui ini beberapa waktu terkakhir melalukan banyak pembenahan seperti penerimaan peserta didik baru dengan cara “jemput bola” hingga mengajak beberapa mitra pendukung untuk berkontribusi dalam pengembangan madrasah seperti yang dilaksanakan sekarang ini.

Hasmi Ridho, Kepala MTs Muhammadiyah Karang Intan dalam sambutannya menyampaikan pihak madrasah bersyukur atas beberapa pihak yang bersedia untuk membantu madrasah.

 “Saya mewakili pihak madrasah mengucapkan terima kasih atas kesediaan mitra pendukung untuk mendukung pengembangan madrasah semoga apa yang ikhtiarkan bersama akan membawa kebaikan kedepannya,”ujarnya

Anwar, Ketua Majelis Pendiidkan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banjar yang turut berhadir menyampaikan turut bangga dengan inovasi-inovasi yang laksanakan oleh MTs Muhammadiyah Karang Intan Selama ini.

 “Kami selaku majelis di PDM Kabupaten Banjar yang diberi amanah dalam mengurus sekolah/madrasah Muhammadiyah di Kabupaten Banjar  merasa bangga dengan berbagai inovasi yang dilaksanakan oleh MTs Muhammadiyah Karang Intan hingga mampu mengajak berbagai pihak untuk mendukung pengembangan madrasah,”imbuhnya.

Adapun mitra pendukung yang melaksanakan kerjasama yakni Lembaga Amil Zakat, Infaq dan sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Banjar, Komunitas Literasi Cangkir Kosong dan Usaha Sablon Lakasi Manyablon.

Dari ketiga mitra pendukung tersebut bentuk bantuan atau kontribusinya berbeda-beda seperti Lazismu Kabupaten Banjar berupa program “Save Our School”. (M Nashir/Riz)

Baca Juga:   Terorisme Sering Berbau Rasis, Pansus Harus Definisikan Ulang