Wisuda Virtual Siswa SMK Muhammadiyah Wonosari

Wisuda Virtual SMK Muh Wonosari

WONOSARI, Suara Muhammadiyah – Siswa SMK Muhammadiyah Wonosari kelas 12 menerima pengumuman kelulusan. Di tahun-tahun sebelumnya, pengumuman tersebut diiringi dengan perayaan melalui wisuda yang diselenggarakan dengan meriah dalam satu gedung, namun tidak di tahun ini. Seluruh kegiatan wisuda terpaksa dibatalkan akibat pandemi COVID-19.

Tidak dapat terselenggaranya upacara wisuda secara langsung, membuat sekolah berinisiatif menyelenggarakan wisuda secara virtual. Wisuda virtual menjadi alternatif yang dipilih SMK Muhammadiyah Wonosari untuk tetap merayakan sederet perjuangan siswa-siswi kelas 12 dalam mengenyam pendidikan di sekolah.

Acara wisuda yang digelar pada tanggal 27 Juni 2020, dihadiri oleh komite sekolah bapak Bambang Setiawan, BS, Heri Kriswanto, S.Ag, civitas akademika SMK Muhammadiyah Wonosari, siswa kelas XII beserta orangtua. Saat prosesi wisuda, seluruh wisudawan berada dirumah masing-masing. Penyematan samir tanda kelulusanpun diwakili oleh orang tua yang turut mengikuti prosesi dari awal hingga akhir.

“Alhamdulillah, meskipun di tengah kondisi pandemi ini, sekolah tetap dapat melaksanakan wisuda secara virtual. Saya ucapkan selamat atas kelulusan siswa-siswi kelas 12. Saya bangga seluruh siswa dapat menyelesaikan studinya di SMK Muhammadiyah Wonosari dengan baik tanpa terkecuali,” ucap Kepala SMK Muhammadiyah Wonosari, Tsulistianta Subhan Aziz, M.Pd.

Di tahun 2020 ini, 245 siswa dinyatakan lulus 100%.  Endang Rahayu siswi kelas XII Akuntansi yang berasal dari Sodo, Paliyan, Gunungkidul berhasil menyabet peringkat pertama. Tak hanya Endang, sembilan siswa lain yang memperoleh peringkat 10 besar mendapatkan penghargaan dari sekolah.

“Meskipun mulai saat ini anak-anakku telah dikembalikan kepada orangtua sebagai tanda selesainya proses mengenyam pendidikan di sekolah, namun pintu gerbang tetap terbuka lebar untuk kalian. Selepas dari sini, silahkan kejar cita-cita kalian, baik yang ingin melanjutkan kuliah maupun bekerja. Kami selaku bapak/ibu guru senantiasa mendoakan yang terbaik untuk masa depan kalian,” ungkap Tsulistianta. (danang/riz)

Baca Juga:   Syafii Maarif: Saya Tidak Membela Ahok