30.6 C
Yogyakarta
Kamis, Oktober 1, 2020

Gagas Masa Depan Pesantren, Ponpes Almatera Selenggarakan Diklat Kepesantrenan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Menguji Kualitas Pilkada dengan Protokol Kesehatan, Apakah Cukup?

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Semenjak kasus pertama Covid-19 diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada awal bulan Maret 2020, banyak hal yang sebenarnya...

Berhasil Lampaui Target, LLHPB ‘Aisyiyah Persiapkan Keberlanjutan Program

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menjelang pengakhiran program “Membangun Kelentingan Keluarga dan Komunitas dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19”, LLHPB PP Aisyiyah mempersiapkan Exit...

Farmasi UMP Juara Nasional Karya Tulis Ilmiah

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Tim Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil meraih juarai Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI) BRM FMIPA...

Upaya UMMAT Gelar Wisuda di Masa Pandemi

MATARAM, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar wisuda luring (langsung), untuk angkatan 48 dan 49, Diploma dan Strata-1 (S-1). Wisudah...

Ormas Kegamaan Punya Peran Signifikan Menanggulangi Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Diklat dan Litbang Kemenag RI bekerjasama dengan Al-Wasat...
- Advertisement -

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah – Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Almatera) Temanggung yang dikelola langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung  mengadakan Diklat Kepesantrenan pada 27-28 Juni 2020. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh musyrif/ah, baik lama maupun baru sejumlah 33 orang.

Diklat Kepesantrenan ini dilaksanakan jauh hari sebelum santri datang kembali ke pondok guna mempersiapkan rencana tindak lanjut kinerja para musyrif dan musyrifah tahun 2020/2021. Menyusul akan diselenggarakan workshop yang diikuti oleh seluruh ustadz/ah sejumlah 110 ustadz – ustadzah.

 “Diklat ini diadakan guna membekali musyrif/ah untuk memiliki persepsi yang sama tentang pola kepengasuhan santri dan menciptakan teamwork musyrif/ah yang handal, tanggap dan peduli pada kebutuhan santri,” ungkap Wadir Bidang Personalia dan Pengembangan SDM Samsul, MPd.

Ponpes Almatera adalah pondok pesantren yang sejak awal telah menetapkan diri sebagai Pondok Pesantren Tarbiyah, sehingga tidak hanya berpusat pada ta’lim (pengajaran) maupun dirosah (pembelajaran) seperti pondok-pondok lainnya. “Pondok Almatera sejak awal adalah ponpes Muhammadiyah, bukanlah ponpes yang berorganisasi selain Muhammadiyah,” ungkap Ja’far Shodiq, selaku Sekretaris ponpes Almatera.

Kesantrian menjadi sebuah tempat pengembangan rohani. Inti dari kepesantrenan/ kepondokan ada pada kesantriannya, karena yang mengawasi, memantau dan merangkul santri selama 24 jam adalah bagian kesantrian. Meskipun pengajaran dan pembelajaran disampaikan oleh ustadz/ah di madrasah, akan tetapi penanaman nilai, pembiasaan, penanaman dan pengembangan itu ada di kesantrian. Sehinggan, kesantrian adalah kunci utama yang dimiliki oleh Ponpes Almatera yang berpusat pada Tarbiyah.

Diklat Kepesantrenan yang dilaksanakan selama 2 hari ini sangatlah bermanfaat dan sangat membekali bagi musyrif/ah baru maupun lama. Dengan adanya bimbingan ini, para musyrif dan musyrifah telah mempersiapkan diri mereka untuk turut serta menggaga masa depan pondok pesantren dalam menjalankan tugas mereka ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) dengan kinerja yang maksimal. (Umi Hasan/Riza F.K)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles