Museum Muhammadiyah Rasa Internasional

Pertemuan Virtual MPI Tim Museum Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di Abad kedua ini dakwah Muhammadiyah telah melintas batas ke berbagai penjuru dunia. Muhammadiyah hadir di lima benua Asia, Afrika, Eropa, Australia hingga Amerika. Berbagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah telah berkiprah di berbagai negara dalam rangka menebarkan dakwah Islam Berkemajuan.

Museum Muhammadiyah sebagai wahana edukasi berencana menempatkan secara khusus kiprah Muhammadiyah di kancah internasional. Untuk mewujudkannya Tim Museum Muhammadiyah melakukan koordinasi bersama sejumlah PCIM melalui video telekonferensi.

Dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad, MSi, Ketua Tim Museum Muhammadiyah Widyastuti, pengurus Majelis Pustaka Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, serta perwakilan PCIM.

Dadang Kahmad dalam pengantarnya berharap dalam pertemuan ini dapat mengumpulkan bahan-bahan untuk story line museum dari PCIM.

 “Kita ingin berembug bersama dengan PCIM supaya story line atau bahan-bahan untuk tata pameran di museum Muhammadiyah,” tutur Dadang, Sabtu (29/6).

Menurutnya museum Muhammadiyah telah hampir selesai, bangunan sudah sekitar 95 persen. Tinggal tata letak dan penyelsaian artefak, kontek, dan berbagai ornamen.

Ketua Museum Muhammadiyah Widyastuti menyampaikan Tim Museum memerlukan informasi dan dukungan Muhammadiyah internasional. “Karena nanti untuk Muhammadiyah internasional akan ada satu zona tersendiri di museum Muhammadiyah,” katanya.

Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah Ahmad Najib Burhani menyampaikan kini telah berdiri 22 PCIM di seluruh dunia. “Barangkali akan sangat penting jika di dalam museum itu ada satu buku yang merupakan kompilasi sejarah PCIM di berbagai negara,” ungkap Najib.

Oleh karena itu dalam kesempatan tersebut dilakukan koordinasi penyusunan buku terkait. Seperti sejarah pendirian PCIM, dinamika Islam di negara masing-masing, dan pengaruh dari Islam Indonesia atau Muhammadiyah di negara tersebut.(riz)

Baca Juga:   Sudah Saatnya Muhammadiyah Didukung Big Data Mumpuni