22.6 C
Yogyakarta
Rabu, Agustus 5, 2020

Museum Muhammadiyah Rasa Internasional

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Revitalisasi Pancasila Jangan Sampai Mengulang Tragedi Masa Lalu

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Ada dua peristiwa yang membuat kita kembali mempertanyakan Pancasila: (1) pro-kontra Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila,...

MDMC Luwu Kembali Salurkan Bantuan, Tim Relawan Banjir Bandang Tetap Siaga

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau Satgas Bencana Muhammadiyah Kabupaten Luwu tiba di Masamba, Kabupaten Luwu Utara di...

Silaturahim dengan PDM, Menko PMK Tinjau Lokasi Banjir Luwu Utara

LUWU UTARA, Suara Muhammadiyah - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Prof Dr Muhajir Effendi, MAP tiba di Luwu Raya melalui...

Sayembara Business Plan Sociopreneur Cabang & Ranting Muhammadiyah 2020

Suara Muhammadiyah – Sayembara dengan total hadiah puluhan juta rupiah sudah mulai dibuka oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah. Agenda...

Program Kemaslahatan, Lazismu Gorontalo berbagi Daging Qurban di 4 Wilayah

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Tema besar qurban tahun ini adalah qurban untuk ketahanan pangan, yang bertujuan untuk diberikan kepada fakir miskin dan...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di Abad kedua ini dakwah Muhammadiyah telah melintas batas ke berbagai penjuru dunia. Muhammadiyah hadir di lima benua Asia, Afrika, Eropa, Australia hingga Amerika. Berbagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah telah berkiprah di berbagai negara dalam rangka menebarkan dakwah Islam Berkemajuan.

Museum Muhammadiyah sebagai wahana edukasi berencana menempatkan secara khusus kiprah Muhammadiyah di kancah internasional. Untuk mewujudkannya Tim Museum Muhammadiyah melakukan koordinasi bersama sejumlah PCIM melalui video telekonferensi.

Dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Dadang Kahmad, MSi, Ketua Tim Museum Muhammadiyah Widyastuti, pengurus Majelis Pustaka Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, serta perwakilan PCIM.

Dadang Kahmad dalam pengantarnya berharap dalam pertemuan ini dapat mengumpulkan bahan-bahan untuk story line museum dari PCIM.

 “Kita ingin berembug bersama dengan PCIM supaya story line atau bahan-bahan untuk tata pameran di museum Muhammadiyah,” tutur Dadang, Sabtu (29/6).

Menurutnya museum Muhammadiyah telah hampir selesai, bangunan sudah sekitar 95 persen. Tinggal tata letak dan penyelsaian artefak, kontek, dan berbagai ornamen.

Ketua Museum Muhammadiyah Widyastuti menyampaikan Tim Museum memerlukan informasi dan dukungan Muhammadiyah internasional. “Karena nanti untuk Muhammadiyah internasional akan ada satu zona tersendiri di museum Muhammadiyah,” katanya.

Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah Ahmad Najib Burhani menyampaikan kini telah berdiri 22 PCIM di seluruh dunia. “Barangkali akan sangat penting jika di dalam museum itu ada satu buku yang merupakan kompilasi sejarah PCIM di berbagai negara,” ungkap Najib.

Oleh karena itu dalam kesempatan tersebut dilakukan koordinasi penyusunan buku terkait. Seperti sejarah pendirian PCIM, dinamika Islam di negara masing-masing, dan pengaruh dari Islam Indonesia atau Muhammadiyah di negara tersebut.(riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles