Prof Ali Yakub Matondang: Guru Besar Ilmu Tafsir itu Berpulang

Prof. Dr. H. Ali Yakub Matondang MA

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Prof. Dr. H. Ali Yakub Matondang MA berpulang ke Rahmatullah. Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara berpulang pada Rabu (1/7) pukul 19.25 di RS Bayangkara, Jln Sei Wampu,  Medan. Kemudian Jenazahnya dibawa ke rumah kediaman di Jalan Jermal 12 dan akan dikebuhkan Kamis (2/7) ini. Usia buya Ali Yakub Matondang diperkirakan 76 tahun.

Bagi Persyarikatan Muhammadiyah, berpulangnya Prof. Yakub Matondang, ahli ilmu tafsir itu tentu saja menjadi kehilangan yang sangat dalam. Hampir semua warga Muhammadiyah di Sumatera Utara masih merasakan bagaimana asyiknya mendengarkan ceramah dengan materi tafsir yang detail dari  satu ayat ke ayat lain yang jadi bahasannya. Selain itu, Prof Yakub Matondang  suami dari Hj Nurhayati Lubis SAg. dikenal sebagai ulama dengan bahas yang santun, ramah dan mendidik.

Selain menjadi Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Prof. Ali Yakub Matondang punya riwayat karir yang menonjol. Ia pernah menjadi Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN Sumut periode 1996 – 2001), kemudian menjadi Rektor Universitas Medan Area (2005 -2018).

Prof. Dr. Ali Yakub Matondang, putra Silaping, Pasaman, Sumatera Barat  tamatan Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Sama seperti ulama-ulama besar lainnya di Indonesia. Pendidikan di Kairo ditempuhnya atas pembiayaan oleh negara (beasiswa). Setelah itu, dia menyelesaikan studi magister (1987) dan doktor (1991) di IAIN Jakarta.

Gelar akademik miliknya dilengkapi Kursus/Diklat di LEMHANAS KSA-VII di Jakarta (1998). Di organisasi keagamaan, Ali yang kerap disapa Buya pernah menduduki posisi Komisi Fatwa dan Penasehat Majelis Ulama Indonesia Sumut.

Sebagai akademisi Buya Ali Yakub Matondang berhasil meraih gelar tertinggi, yakni profesor. Oleh pemerintah dia dianugerahi piagam penghargaan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga:   Duka Mendalam untuk dr Adriani Kadir

Pemikiran dan gagasan yang sering dikemukakan buya Ali ke publik kebanyakan tentang peningkatan mutu pendidikan, etika politik, dakwah fungsional, rasionalitas pemahaman agama dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut ini menempuh sekolah rakyat tahun 1959,PGAN 4 tahun 1965, MAAIN Medan 1968, sarjana muda (BA) IAIM 1970,sarjana (S1) universitas Al Azhar Kairo 1976,Magister (S2) IAIN Jakarta 1987,dan Doktor (S3) IAIN jakarta 1991. Suami dari Hj Nurhayati Lubis S Ag.

Sederet Penghargaan

Sederetan penghargaan juga telah di raih ayah 4 orang anak ini diantaranya : Satyalancana Karya Satya 20 tahun (1996) dan 30 tahun (2001) dari Presiden RI. Magister terbaik dari Rektor UIN jakarta (1988) dan Doktor terbaik dari UIN jakarta (1992). Pendidik profesional mulai dasar sampai perguruan tinggi ini juga menjadi tenaga pengajar di Universitas Sains Islam Malaysia dan Visiting Professor di Universitas Kebangsaan Malaysia.

Dari sumber keluarganya, diperoleh informasi Buya Ali Yakub Matondang, saat ini berada dikediaman Jalan Jermal 12, Medan Denai, dan rencana akan kekebumikan hari ini Kamis (2/7) di pemakaman umum Pasar V, Denai, bakda Dzuhur setelah disalatkan di Masjid yang berlokasi tak jauh dari kediaman beliau. (Syaifulh/Rizq)