29.6 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Desember Diperkirakan Belum Aman Covid-19, Muhammadiyah (Kembali) Putuskan Menunda Muktamar

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Kerjasama Jadikan Unismuh Unggul dan Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik jadi Rektor baru Unismuh Makassar periode 2020-2024. Prof Ambo Asse...

Prof Ambo Asse Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru Unismuh ke-11

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar. Guru Besar dari UIN Alauddin Makassar...

Kiprah Prof Rahman Rahim Memajukan Unismuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh  Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM telah berakhir masa periodenya  sebagai rektor sejak Sabtu...

Olah Inovasi Produk dari Bengkuang, Pertanian UMP Dampingi Desa Linggasari

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan program tahunan yaitu Program Desa Mitra terhadap Desa atau Daerah yang mempunyai...

KKN Alternatif Fikes UMP Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah -Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN Alternatif Kelompok 9 FIKES UMP membagikan sembako kepada masyarakat diantaranya lansia dan masyarakat...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Empat bulan sudah covid-19 membersamai kita dan sampai hari ini wabah tersebut belum juga menunjukan tanda-tanda akan segera menurun. Melandai saja belum. Setiap hari masih ada seribu orang lebih warga Indonesia dinyatakan positif terjangkit wabah ini.

Dalam rapat bersama PWM, Ortom, dan Mejelis/Lembaga PP Muhammadiyah secara daring ahad, 05 Juli 2020, Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa pada tanggal 1 Juli 2020 yang lalu, dalam satu rapat pleno, PP Muhamadiyah mendapatkan rekomendasi yang berasal dari kajian tim MCCC dan kajian para ahli virus serta pakar pandemi. Kesimpulannya: sampai bulan Desember 2020 yang akan datang, kondisi pandemi covid-19 belum dapat dipastikan akan landai.

Kajian itu juga menyatakan kalau masih sangat riskan untuk menyelenggarakan kegiatan pengumpulan massa pada bulan desember. Bagaimana dengan muktamar Muhammadiyah yang semula seharusnya ditutup hari ini dan terpaksa ditunda bulan desember yang akan datang?

Pleno yang pada saat itu melibatkan panitia penyelenggara, panitia pemilihan, serta panitia pengarah mencoba mencari beberapa alternatif penyelenggaraan muktamar. Karena ada unsur syiar dan semangat kebersamaan serta kegembiraan dalam penyelenggaraan Muktamar, dua jenis bentuk muktamar yang disodorkan saat itu yakni Muktamar online serta muktamar hybrid (paduan online dan offline) tidak dapat dijadikan alternatif. Apalagi penyelenggaraan Muktamar ini juga berimbas pada waktu penyelenggaraan Muswil, Musda, Muscab, dan Musran.

Muhammadiyah jelas tidak bisa bertaruh dengan kegiatan pengumpulan massa, karena akibatnya juga sudah sangat jelas. Dokter dan rumah sakit semua sudah kewalahan. Untuk itu rapat bersama PPM dengan PWM, Ortom, dan Mejelis/Lembaga PP Muhammadiyah secara daring ahad, 05 Juli 2020 tersebut menyepakti untuk (kembali) menunda penyelenggaraan Muktamar. Keputusan untuk menunda Muktamar ini disetujui oleh seluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang memberikan pendapatnya di acara tersebut.

Kepada Suara Muhammadiyah, Sekretaris PP Muhammadiyah, Dr Agung Danarto menyatakan bahwa rapat daring 05 Juli ini baru menyepakati penundaan waktu Muktamar. Ditunda sampai kapan masih akan dibahas di sidang Tanwir yang akan diselenggarakan 19 Juli 2020 yang akan datang.

“Baru (ada keputusan) ditunda. Kapan waktu penundaannya masih akan dibahas di Tanwir.”  Pungkas Agung Danarto. (mjr-8)

- Advertisement -

2 KOMENTAR

  1. Suara Muhammadiyah memang ok, berita terbaru, narasumber jelas, oleh pakar ilmu dunia maupun akhirat….

  2. Sangat bijak bila muktamar Muhammadiyah ditunda sampai Pandemi Covid 19 reda…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles