29.6 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Disambut Haru Keluarga, UMY Umumkan Penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Kerjasama Jadikan Unismuh Unggul dan Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik jadi Rektor baru Unismuh Makassar periode 2020-2024. Prof Ambo Asse...

Prof Ambo Asse Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru Unismuh ke-11

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar. Guru Besar dari UIN Alauddin Makassar...

Kiprah Prof Rahman Rahim Memajukan Unismuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh  Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM telah berakhir masa periodenya  sebagai rektor sejak Sabtu...

Olah Inovasi Produk dari Bengkuang, Pertanian UMP Dampingi Desa Linggasari

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan program tahunan yaitu Program Desa Mitra terhadap Desa atau Daerah yang mempunyai...

KKN Alternatif Fikes UMP Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah -Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN Alternatif Kelompok 9 FIKES UMP membagikan sembako kepada masyarakat diantaranya lansia dan masyarakat...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengumumkan penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah. Pengumuman disampaikan Rektor UMY Dr Gunawan Budiyanto, MP dalam agenda Rektor Menyapa, Sabtu (11/7).

Kali ini UMY memberikan Beasiswa Dokter Muhammadiyah kepada lima pelajar terpilih untuk Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Gigi.

Penerima Beasiswa Dokter yaitu, Pertama Qoni Ihda Permatasari berasal dari SMA Muhammadiyah Trensains Sragen, Santri Pondok Pesantren Darul Ihsan Sragen. Kedua, Umniyah Faidah Aqsani berasal dari SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin, santri Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Ketiga, Muhammad Nur Syarif Hidayatulloh berasal dari MA Kuliyatul Mubalighin Muhammadiyah, santri Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang.

Sementara itu penerima beasiswa Dokter Gigi Muhammadiyah yaitu Dwi Meilani dari SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, santri Pondok Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Magelang. Serta Aulia Fajriyah Santri dari SMA Muhammadiyah Trensains Sragen, santri Pondok Pesantren Darul Ihsan Sragen.

Gunawan mengungkapkan hingga saat ini UMY telah memiliki penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah sebanyak 73 mahasiswa. “Ini merupakan amal jariyah Bapak Ibu semua bagi mereka yang secara ekonomi kurang beruntung tetapi memiliki kepandaian dan akhlak serta ilmu agama yang cukup,” tutur Gunawan.

Menurutnya penerima Beasiswa Dokter Muhammadiyah dicetak menjadi dokter muslim dan muslimah. “Yang akan mengabdi di sarana-sarana kesehatan Muhammadiyah,” tambahnya.

Orang tua Qoni Ihda Permatasari melalui video telekonferensi mengaku bersyukur mendapatkan beasiswa Dokter Muhammadiyah dari UMY. “Semoga ananda betul-betul dapat mengabdi bagi Muhammadiyah ke depan,” tuturnya.

Sementara Atik orang tua dari Aulia dengan penuh keharuan sambil menahan tangis menyampaikan pesannya. “Terima kasih atas kesempatannya kepada putri kami diberi kesempatan untuk bisa bergabung di UMY. Serta syukur alhamdulillah kepada Yang Maha Kuasa. Kami mohon do’a semoga ke depannya lebih baik,” katanya.

Sekilas Program Beasiswa Dokter Muhammadiyah

Sejak tahun 2010, tepatnya usai erupsi Merapi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) merasa terpanggil untuk menyelenggarakan program beasiswa dokter Muhammadiyah. Keterbatasan dokter di lokasi bencana menjadikan Muhammadiyah sedikit bergantung dengan pihak lain.

Tenaga medis (dokter) adalah modal sekaligus potensi yang cukup besar bagi kegiatan dakwah Muhammadiyah. Termasuk di berbagai daerah, utamanya daerah 3T dan Indonesia bagian Timur sangat kekurangan tenaga medis. Atas dasar itu, UMY tiap tahunya menerima 5 mahasiswa-mahasiswi beasiswa dokter.

Sedang salah satu syarat penerima beasiswa, selain kurang mampu, juga harus baik secara akademik dan hafal minimal 5 juz. Harapannya, nantinya lahir tenaga ahli medis yang benar-benar agamis. Keahliannya sebagai dokter, tapi juga terampil menjadi seorang pendakwah sekaligus pengajar.

“Memang program ini berbiaya besar, tapi ini adalah investasi sosial yang luar biasa. Oleh karena itu, program ini juga saya tawarkan kepada 9 perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) yang memiliki Fakultas Kedokteran. Semoga program serupa segera ada di PTM lain,” tutur Gunawan. (Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles