Tuntunan Qurban Masa Pandemi Bukan Mempermainkan Syariah

Abdul Mu'ti Pesantren Bersama
Foto Dok Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – “Suasana Idul Adha tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan menjadi sangat berbeda karena tahun ini pula pemerintah Indonesia tidak memberangkatkan jamaah haji,” ungkap Abdul Mu’ti, selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam ceramahnya di Pengajian Umum PP Muhammadiyah, Jumat (10/7).

Abdul Mu’ti juga mengatakan bahwa hal ini tentu merupakan sesuatu hal yang tidak mudah, tapi perlu untuk dipahami kondisinya. Terlebih terkait dengan tuntunan-tuntunan ibadah Idul Adha di masa pandemi dasarnya ada hukum taklifi yang memang mensyaratkan adanya pemenuhan persyaratan tertentu untuk kita melaksanakan ibadah. Juga hukum wadhi yang dalam beribadah tidak bisa dilepaskan dari adanya ketentuan yang mungkin membuat ketentuan itu berubah juga berbeda dari satu keadaan ke keadaan yang lain.

“Ini bukan mempermainkan syariah, tapi justru syariah yang mengatur itu,” tegas Abdul Mu’ti.

Terkait dengan penyembelihan hewan untuk qurban di Idul Adha ini, menurut Abdul Mu’ti, tidak berarti ketika kita tidak menyembelih hewan qurban maka kita tidak mendapatkan hikmah dari pelaksanaan ibadah ini.

Ia menyampaikan, karena pada dasarnya ibadah qurban itu ialah bentuk rasa gembira dan rasa syukur kita atas anugerah Allah SwT. Juga sebagai tanda bahwa nikmat Allah yang diberikan kepada kita itu juah lebih banyak daripada kesulitan sekarang ini sedang terjadi, dalam hal ini pandemi Covid-19.

Abdul Mu’ti juga menegaskan, tuntunan-tuntunan ibadah Idul Adha di masa pandemi itu tidak dimaksudkan untuk bermaksiat atas syariat Allah, juga tidak dimaksudkan untuk mencari-cari yang ringan. Tetapi ialah mencari-cari jalan ikhtiar lainnya yang sesuai dengan maqoshid atau tujuan dari ditetapkannya syariah itu, yang dalam hal ini syariah dalam ibadah qurban.

Baca Juga:   Peran Guru dan Orang Tua Menghadapi Pandemi

Terakhir pada ceramahnya, ia menyampaikan hikmah dari ibadah qurban. Ibadah qurban yang kaitannya erat dengan kisah Nabi Ibrahim alaihisalam dan anaknya Ismail alaihisalam itu memiliki setidaknya 3 hikmah yang bisa diambil.

Pertama ialah berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah, kedua ialah keteguhan hati, dan ketiga ialah pengorbanan untuk mencapai kesuksesan. (ran)