29.6 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Turki Resmi Kembalikan Hagia Sophia sebagai Masjid

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Kerjasama Jadikan Unismuh Unggul dan Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik jadi Rektor baru Unismuh Makassar periode 2020-2024. Prof Ambo Asse...

Prof Ambo Asse Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru Unismuh ke-11

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar. Guru Besar dari UIN Alauddin Makassar...

Kiprah Prof Rahman Rahim Memajukan Unismuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh  Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM telah berakhir masa periodenya  sebagai rektor sejak Sabtu...

Olah Inovasi Produk dari Bengkuang, Pertanian UMP Dampingi Desa Linggasari

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan program tahunan yaitu Program Desa Mitra terhadap Desa atau Daerah yang mempunyai...

KKN Alternatif Fikes UMP Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah -Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN Alternatif Kelompok 9 FIKES UMP membagikan sembako kepada masyarakat diantaranya lansia dan masyarakat...
- Advertisement -

ANKARA, Suara Muhammadiyah – Turki telah resmi memutuskan untuk mengembalikan Hagia Sophia, salah satu museum bersejarah di Istanbul Turki, sebagai masjid.

Setelah menyelesaikan persiapan, Hagia Sophia kembali difungsikan untuk beribadah yang akan mulai boleh digunakan pada 24 Juli ini. Hal ini langsung disampaikan oleh presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada momen shalat Jum’at (10/7).

Dilansir Andalou Agency, Presiden Erdogan mengatakan pintu Hagia Sophia akan terbuka untuk Turki, orang asing, Muslim, dan non-Muslim seperti halnya dengan semua masjid lainnya.

Erdogan juga mengatakan bahwa Hagia Sophia akan terus merangkul semua orang dengan status barunya sebagai masjid dengan cara yang jauh lebih tulus.

“Saya mengundang semua orang untuk menghormati keputusan yang diambil oleh badan peradilan dan eksekutif negara saya tentang Hagia Sophia,” kata Erdogan. Ia menekankan bahwa bagaimana kompleks bersejarah Hagia Sophia ini adalah terkait pula masalah kedaulatan nasional.

Erdogan juga menegaskan bahwa setiap sikap atau ekspresi di luar Turki yang tidak menyetujui perubahan status Hagia Sophia ini akan dianggap sebagai bentuk dari “pelanggaran” terhadap “kemerdekaan” Turki sebagai negara berdaulat.

“Saya menggarisbawahi bahwa kita akan membuka Hagia Sophia sebagai masjid dengan melestarikan warisan budaya bersama umat manusia,” Erdogan menekankan.

Erdogan juga menyampaikan kepada pengunjung Hagia Sophia bahwa kompleks Hagia Sophia yang bertabur permata bersejarah ini akan dapat dikunjungi tanpa membayar biaya apa pun.

Ia menambahkan bahwa umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup dalam damai di Istanbul sejak penaklukannya, dan orang-orang Turki memperlakukan rumah-rumah ibadah non-Muslim lainnya. Dengan sangat hormat meskipun banyak artefak Utsmani di Eropa Timur dan Balkan secara bertahap menghilang.

Presiden melanjutkan dengan mengatakan bahwa hak-hak Turki atas Hagia Sophia tidak kurang dari orang-orang yang membangun kompleks sejarah hampir 1.500 tahun yang lalu.

Pada Jumat sebelum diumumkan oleh Presiden Erdogan, pengadilan Turki telah membatalkan dekrit Kabinet 1934, yang mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi museum. Langkah ini membuka jalan bagi Hagia Sophia untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah 85 tahun.

Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama berabad-abad di bawah pemerintahan Kekaisaran Bizantium, dan berubah menjadi masjid setelah penaklukannya atas Istanbul pada tahun 1453. Pada tahun 1935, Hagia Sophia diubah menjadi museum. (ran)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles