29.6 C
Yogyakarta
Selasa, Agustus 11, 2020

Kisah Tiga Doa Mustajab Bal’am Ibnu Ba’ura

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Haedar Nashir: Kerjasama Jadikan Unismuh Unggul dan Berkemajuan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik jadi Rektor baru Unismuh Makassar periode 2020-2024. Prof Ambo Asse...

Prof Ambo Asse Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru Unismuh ke-11

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag resmi dilantik menjadi Rektor Unismuh Makassar. Guru Besar dari UIN Alauddin Makassar...

Kiprah Prof Rahman Rahim Memajukan Unismuh

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Unismuh  Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM telah berakhir masa periodenya  sebagai rektor sejak Sabtu...

Olah Inovasi Produk dari Bengkuang, Pertanian UMP Dampingi Desa Linggasari

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyelenggarakan program tahunan yaitu Program Desa Mitra terhadap Desa atau Daerah yang mempunyai...

KKN Alternatif Fikes UMP Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah -Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN Alternatif Kelompok 9 FIKES UMP membagikan sembako kepada masyarakat diantaranya lansia dan masyarakat...
- Advertisement -

Oleh: Wardi, MA, Majelis Pustaka dan Informasi PCM Semin Gunungkidul Yogyakarta

Konon, ada seorang lelaki dari kalangan Bani Israil, dikenal dengan nama panggilan Bal’am ibnu Ba’ura, seorang telaki dari kalangan penduduk Al-Balqa yang  mengetahui tentang Ismul Akbar, dan tinggal di Baitul Maqdis. Bal’am dianugerahi pengetahuan tentang isi Al-Kitab, tetapi ia meninggalkannya. Dalam catatan Ibnu Abu Hatim disebut bahwa Bal’am merupakan seorang yang mendapat anugerah tiga doa mustajab, dan ia mempunyai seorang istri dan satu anak laki-laki.

Pada suatu hari istri Bal’am meminta satu dari tiga do’a mustajab itu. Dia meminta agar Dia dijadikan wanita tercantik di kalangan Bani Israil. Maka lelaki itu berdoa kepada Allah, lalu Allah menjadikan istrinya seorang wanita yang tercantik di kalangan kaum Bani Israil. Do’a itu pun diberikan dan terkabul.

Setelah si istri mengetahui bahwa dirinyalah yang paling cantik di kalangan mereka tanpa tandingan, maka ia membenci suaminya dan menghendaki hal yang lain. Akhirnya si lelaki berdoa kepada Allah agar menjadikan istrinya seekor anjing betina, akhirnya jadilah istrinya seekor anjing betina. Dua doanya telah hilang.

Kemudian datanglah anak-anaknya, lalu mereka mengatakan, “Kami tidak dapat hidup tenang lagi, karena ibu kami telah menjadi anjing betina sehingga menjadi cercaan orang-orang. Maka doakanlah kepada Allah semoga Dia mengembalikan ibu kami seperti sediakala.” Lelaki itupun berdoa kepada Allah, lalu kembalilah ujud istrinya seperti keadaan semula.

Dengan demikian, ketiga doa yang mustajab itu telah lenyap darinya, kemudian wanita itu diberi nama Al Basus. Atsar ini gharib.

Kisah ini menggambarkan bahwa Bal’am ibnu Ba’ura telah salah menggunakan nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadanya, nikmat itu ialah Ismul A’zam yang diajarkan Allah kepadanya. Ismul A’zam adalah suatu doa yang apabila dipanjatkan untuk memohon sesuatu, niscaya dikabulkan dengan seketika. Namun, anugerah itu digunakan tidak pada tempatnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles