Plt Walikota Medan: Muhammadiyah Sangat Berperan Putus Penyebaran Covid-19

Plt Walikota Medan Kunjungi Gedung Dakwah Muhammadiyah

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Plt. Walikota Medan Akhyar Nasution menyebut organisasi masa besar seperti Muhammadiyah, Al-Wasliyah  dan Nahdathul Ulama memiliki peran besar dalam upaya memutus matarantai penyebaran Covid19. Akhyar mengajak Muhammadiyah membantu pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat untuk peduli pada pemutusan mataranti penyebaran wabah itu.

Plt. Walikota Medan Akhyar Nasution mengatakan itu dihadapan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan Jumat (17/7).

Hadir Ketua PDM Medan, Dr. Tagor Muda Lubis, unsur wakil ketua, Mahmud Yunus Daulay, Adrika, Muhammad Syafei, Burhanuddin, Besri Nasir, Rafdinal dan Wakil Sekretaris Satiman.

Selain unsur Pimpinan Harian PDM Medan juga hadir Ketua dan Sekretaris PD Aisyiyah, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah, PD Nasyiatul Aisyiyah, PC IMM, PD IPM dan unsur Majelis dan Lembaga tingkat daerah.

Akhyar berada di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Medan sebagai bagian dari silaturrahim antara Plt Walikota Medan dengan Muhammadiyah karena beberapa waktu sebelumnya PDM Kota Medan juga melakukan kunjungan ke Pemko Medan.

Akhyar mengatrakan, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar memiliki kekuatan dan potensi dalam menggerakkan umat. Khususnya pandemi, Akhyar berharap peran Muhammadiyah dalam membangun kesadaran bersama melalui ulama-ulama yang dimiliki Muhmmadiyah.

Diakui Akhyar, saat ini pandemi Covid19 sedang mengalami peningkatan yang eksponensial dengan penambahan suspek yang cukup besar. Jumlah pasien yang terinfeksi hampir tembus 2000 orang. Untuk itu, kata Akhyar Pemko Medan sudah menyediakan gedung isolasi dibeberapa lokasi yang mampu menampung ribuan pasien. ” semoga fasilitas isolasi itu tidak digunakan,” jelas Akhyar. Namun demikian, pasien Covid kini menyebar dibanyak rumah sakit rujukan.

Perwal No 27 Tahun 2020

Kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Akhyar Nasution menyerahkan Dokumen Peraturan Walikota (Perwal) No. 27 Tahun 2020 tentang pedoman adaptasi kehidupan baru. Pedoman ini penting dikomunikasikan kepada warga kota Medan agar mereka memahami bagaimana caranya menjalani kehidupan ditengah Covid19.

Baca Juga:   Refleksi 75 Tahun Indonesia: Merajut Solidaritas, Menuju Indonesia Bebas Covid-19

Ketua PDM Kota Medan Dr. Tagor Muda Lubis yang menerima dokumen itu meyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Walikota Medan atas perhatian yang diberikan Pemko Medan.

Kata Tagor Muda Lubis, Muhammadiyah dengan segala potensi yang dimiliki Muhammadiyah akan terus memberi kontribusi pada upaya penguatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi kehidupan baru dalam mewalawan Covid.

Kata Tagor, Muhammadiyah melalui LazisMu dan MCCC telah melakukan banyak peran dalam membantu pemerintah baik dari aspek pertolongan bantuan bagi kaum dhuafa, edukasi seputar Covid sampai upaya penyediaan masker, handsanitzer dan alat cucitangan.

Faktor Ekonomi

Akhyar mengakui persoalan ekonomi adalah persoalan yang paling rumit. Bila sektor ekonomi dan bisnis terputus maka akan sangat riskan pada kelangsung kehidupan bangsa. Serangan Covid-19 kepada faktor ekonomi dapat menjadikan negara ini mengalami krisis ekonomi yang berat. Untuk, kata Akhyar biarlah ekonomi bergerak tapi kewaspadaan tetap terjaga.

Pertemuan Plt Walikota Medan Akhyar Nasution dengan unsur pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Medan itu ditandai dengan berlangsungnya diskusi. Tiga pimpinan ortom Muhammadiyah, Muhammad Irsyad (PDPM), Angga Fahmi (PC IMM) dan Kholissani Nasution (Aisyiyah) menyampaikan beberapa saran kepada Plt Walikota Medan. (Syaifulh/Rizq)