24 C
Yogyakarta
Kamis, September 24, 2020

Olah Nafas untuk Tenaga Dalam

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Unismuh Persiapkan Pendirian Program S3 Ilmu Pendidikan

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Satu lagi langkah inovasi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam upaya mencapai kampus terkemuka dan unggul. Penghujung...

Tiga Ilmu Menjadi Pribadi Terbaik Menurut Rektor UMP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Masa orientasi studi dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas Jawa Tengah dikemas...

Haedar Nashir: Bermuhammadiyah, Ikuti Koridor Organisasi

Muhammadiyah itu organisasi besar yang berdiri tegak di atas sistem, dengan amal usaha dan jaringan yang luas. Kekuatan Muhammadiyah berada dalam sistem,...

MIM Kenteng Gunakan Media Pembelajaran Berbasis Dakwah Budaya

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Menciptakan madrasah berbudaya sesuai dengan visi MI Muhammadiyah Kenteng. Dimuai dari para pendidiknya sebagai dasar penguatan madrasah...

Haji Muharram: Tokoh Muhammadiyah – Bupati Berau Meninggal Dunia

BERAU, Suara Muhammadiyah -  Innalillahi wa innailaihi rajiun, kabar duka dari keluarga besar Muhammadiyah Berau, Kalimantan Timur, Bupati Berau yang juga tokoh...
- Advertisement -

Latihan olah nafas untuk mengambil tenaga dalam dengan kalimat tauhid tidak pernah diterapkan di dalam latihan Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Dengan hormat saya Randi Irawan anggota Pimpinan Komisariat IMM Sumatra Utara. Dengan ini saya akan bertanya tentang:

  1. Saya sering melihat latihan Tapak Suci di Perguruan Muhammadiyah, saya melihat mereka berlatih olah nafas sambil membaca doa tauhid, dan guru agama saya mengatakan bahwa semua bentuk olah nafas dalam pencak silat termasuk perbuataan syirik walaupun menggunakan kalimat-kalimat tauhid. Guru saya menganggap bahwa olah nafas tersebut untuk mengambil ilmu tenaga dalam. Pertanyaan saya, apakah benar ilmu tenaga dalam dan olah nafas itu syirik dan haram untuk dipelajari?

Demikian yang saya tanyakan kepada Majelis Tarjih dan Tajdid, mohon maaf jika pertanyaan saya terlalu panjang, hal ini dikarenakan ketidaktahuan saya dalam beragama sekaligus untuk mengurangi keragu-raguan dalam hati saya. Itu saja yang dapat saya sampaikan atas jawabannya di kemudian hari saya mengucapkan terima kasih.

Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

Randi Irawan (disidangkan pada Jum‘at, 3 Jumadilakhir 1440 H / 8 Februari 2019 M)

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam w.w.

Terima kasih atas pertanyan saudara, berikut ini kami uraikan jawabannya.

Olah Nafas di Tapak Suci         

Mengenai pengertian syirik, secara bahasa berasal dari kata syarika-yasyraku- syirkan/syarkan yang berarti menjadi sekutu. Sedangkan menurut istilah adalah perbuatan menyekutukan Allah dalam hal rububiyyah dan uluhiyyah, yaitu munculnya kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap mampu melakukan hal sebagaimana sifat-sifat Allah.

Dengan demikian, penggunaan olah nafas sepanjang tidak ada unsur-unsur yang menyekutukan Allah atau tidak ada kepercayaan yang menganggap adanya kekuatan ghaib selain datang dari Allah, maka tidak dapat dikatakan perbuatan syirik.

Sejauh penelitian yang kami lakukan berdasarkan wawancara dengan narasumber dari salah satu pendekar di Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, pada tanggal 8 Maret 2019, diketahui bahwa latihan olah nafas untuk mengambil tenaga dalam dengan kalimat tauhid tidak pernah diterapkan di dalam latihan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Adapun olah nafas yang diajarkan itu hanya untuk oleh nafas kesehatan tubuh saja (ilmu ragawi) dan untuk mengoptimalkan gerakan yang dilakukan pada saat melawan lawan. Ilmu tenaga dalam yang terdapat pada pencak silat tidak diajarkan oleh Tapak Suci. Jadi semua praktik Tapak Suci Putera Muhammadiyah itu murni untuk menjaga ketahanan tubuh, pertahanan diri dari kejahatan serta tidak ada hal apapun yang menyimpang dari syariat.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Rubrik Tanya Jawab Agama Diasuh Divisi Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid
Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sumber: Majalah SM No 23 Tahun 2019

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles