Jangan Lengah, Covid-19 Belum Reda

Relawan Muhamadiyah Sleman

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Penanganan Covid-19 di Indonesia yang kasusnya terus meningkat dari hari ke hari dalam pandangan Muhammadiyah harus disikapi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Minimal tiga langkah protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus secara disiplin dilaksanakan oleh warga masyarakat. Ini karena secara statistik angka penderita Covid-19 terus meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda melandai apalagi turun.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah makin meluasnya Covid-19 dilonggarkan oleh pemerintah dan ternyata disikapi secara salah oleh sebagian warga masyarakat dengan tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, berkerumun dan menggelar pertemuan banyak orang, Muhammadiyah tetap konsisten dengan sikapnya sejak awal. Bagi Muhammadiyah wabah Covid-19 ini belum berakhir.

Menurut Ketua LPB PDM Sleman, Fauzan Yakhsya, “Saya merasakannya saat ini  masyarakat mulai tidak peduli dengan penyebaran virus Corona dan banyak yang berasumsi dengan istilah new normal berarti keadaan sudah normal seperti sediakala, padahal senyatanya pandemi ini belum berakhir.” Ini disampaikannya ketika ditemui di Markas Komando MCCC di Sleman pada Senin 27 Juli 2020.

Kegelisahan dan Upaya tak kenal lelah melawan Covid-19  dijawab LPB PDM Sleman memasang puluhan spanduk dibebrbagai titik strategis se-kabupaten Sleman dan ratusan buku panduan covid untuk mengingatkan bahwa wabah corona belum berakhir dan harus dilawan bersama-sama yang dikoordinir LPB PDM Sleman bersama MCCC dengan dimotori oleh relawan Muhamadiyah Sleman yang terus berkhidmat untuk memebrikan pencerahan kepada masyarakat  tentang pandemi .

Ikhtiar-ikhtiar tersebut tidak boleh lelah dilakukan karena secara riil wabah ini belum berakhir dan warga yang terpapar Covid-19 masih terus bertambah jumlahnya. Semua ikhtiar harus dilaksanakan secara gotong royong oleh semua pihak karena tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja karena sekali lagi, wabah ini belum berakhir. (Arief Hartanto)

Baca Juga:   Kampus Merdeka, Prodi Komunikasi UNISA Yogya Siapkan Perubahan Kurikulum