28.9 C
Yogyakarta
Senin, September 21, 2020

Inovasi Mahasiswa Teknik Elektro UMS, Jalankan Traktor Sawah dengan Smartphone

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Berdayakan Potensi Kader, NA Solo Garap Lumbung Ketahanan Pangan

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir dan cenderung makin signifikan pertambahan jumlah pasien yang positif. Konsekuensinya adalah banyak...

LLHPB ‘Aisyiyah DIY: Perhatikan Ketahanan Tubuh dan Gizi Anak Era Pendemi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Webinar Seri 3 Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY dengan tema Edukasi...

Kenaikan Tarif Cukai 30% Hasil Tembakau Untuk Mendukung Pencapaian Target RPJMN Indonesia

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada 21 September 2020, Center of Human and Economic Development ITB Ahmad Dahlan Jakarta menyelenggarakan konferensi pers untuk...

Pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tentang Penanganan Pandemi Covid-19

PERNYATAAN PERS PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH NOMOR 20/PER/I.0/H/2020 TENTANG PENANGANAN PANDEMI COVID-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah: Minta Presiden Pimpin Penanganan Covid-19, Tunda RUU Ciptaker, hingga Tinjau Kembali Pilkada

Pernyataan Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 20/Per/I.0/H/2020 Tentang Penanganan Pandemi Covid-19 Sudah lebih dari enam bulan, bangsa Indonesia...
- Advertisement -

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang berhasil menemukan teknologi baru untuk mengoperasikan traktor sawah menggunakan smartphone.

Teknologi tersebut ditemukan oleh Kharisma Aji Satriya Tama  dan  Arib Fadhil Na’im keduanya merupakan mahasiswa tingkat akhir di prodinya dan karya tersebut ialah buah dari Tugas Akhir (TA) nya.

Dedi Ary Prasetya, ST, M.Eng selaku dosen pembimbing menjelaskan ihwal penemuanya. Temuan tersebut berawal dari model prototype atau miniatur. Jadi di awal itu saya bersama mahasiswa bimbingan mencoba mengembangkan teknologi baru untuk memudahkan pekerjaan manusia yang kemudian memilih traktor.

“Traktor dipilih karena melihat bahwa Indonesia merupakan negara agraris sehingga traktor sangat dibutuhkan oleh para petani untuk memermudah dalam pengerjaannya,” ujar Dedi.

Pada prosesnya, begitu lanjut Dedi, dirinya bersama Kharisma Aji Satriya Tama mencoba berpikir bagaimana traktor ini bisa dikendalikan dengan jarak jauh tanpa menyentuh. Pada akhirnya memutuskan menggunakan smartphone. Smartphone dipilih karena disamping mudah juga lebih praktis dan banyak orang yang memilikinya.

“Pada tahap pertama perintisan itu kami membuat dalam bentuk prototype (traktor mini) yang mekanisme sama seperti traktor sawah yang kami koneksikan dengan aplikasi Traktoroid yang sudah dibuat oleh Kharisma Aji Satriya Tama. Setelah bentuk mini selesai, kami ingin mengaplikasikannya pada traktor secara langsung. Saya meminta Kharisma Aji Satriya Tama untuk mencari mahasiswa yang mau melanjutkan project ini. Dan akhirnya bertemulah dengan Arib Fadhil Na’im teman seangkatannya Tama yang bersedia melanjutkannya,” Kata Dedi.

Menurut Dedi, sistem yang digunakan pada perangkat elektronik tersebut ialah NodeMCU, sebuah board kecil berisi chip computer system yang terintegrasi dengan sistem komunikasi data menggunakan Wi-Fi.

Port output dari NodeMCU ini terhubung ke beberapa motor DC servo yang digunakan untuk menggerakkan beberapa tuas pada Traktor. Sebelum dijalankan, sistem ini harus dihubungkan dengn sambungan Wi-Fi ke sebuah smartphone Android yang di dalamnya sudah terpasang sebuah aplikasi bikinan sendiri yang diberi nama Traktoroid.

Selanjutnya, kata Dedi, mereka mulai proses pengerjaannya. Masing-masing proyek dikerjakan dalam waktu enam bulan (satu semester). Pengerjaan prototype itu tahun ajaran 2018/2019 dan pengerjaan traktor asli itu tahun 2019/2020.

“Jadi memang sempat berhenti karena belum ada yang mau ambil proyek lanjutan yang sudah digarap oleh Kharisma Aji Satriya Tama, karena memang untuk proyek lanjutan ini lebih kompleks karena praktik langsung menggunakan traktor sawah beneran, sampai pada akhirnya Arib Fadhil Na’im mengambilnya,” katanya.

Arib Fadhil Na’im mengaku sedikit kesulitan ketika mengerjakan proyek ini. “Sulitnya itu mencari traktor sawahnya karena di awal tahun lalu itu kebanyakan traktor dipakai untuk bajak sawah sehingga sulit untuk dipinjam. Kendala kedua yakni mencari lahan yang kosong untuk uji coba apalagi saya bukan asli warga Solo,” tutur Arib.

Tapi Alhamdulillah, lanjut Arib, semua kendala tersebut bisa teratasi dan dia berhasil menguji cobanya. “Pada uji coba pertama traktor bisa saya kendalikan sejauh 50 meter. Sebenarnya jika melihat rangkaian alat traktornya bisa dikendalikan sampai 100 meter, akan tetapi karena keterbatasan lahan akhirnya baru bisa sampai 50 meter saja,” ujarnya.

Kedepannya, kata Dedi, pihaknya ingin inovasi teknologi yang mereka buat ini bisa dikembangkan lagi menggunakan kamera sehingga ketika meremote traktor bisa hanya dengan memantau gambar yang ada di smartphone saja. (Bangkit/Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles