23.4 C
Yogyakarta
Minggu, September 27, 2020

Muhammadiyah Tegaskan Tak Ikut POP Kemendikbud

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Optimalisasi Peran Lazismu, Edukasi Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan sejak lama telah ikut andil dalam pengelolaan zakat...

Wali PAUD Muslimat NU Ikut Kerja Bakti Pembangunan PAUD ‘Aisyiyah

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menetapkan PAUD Aisyiyah Percontohan Takerharjo Solokuro sebagai juara Percontohan PAUD Tangguh. Tertanggal 9...

Kader Muhammadiyah Terbitkan Buku “Pada Masa Modern”

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Muh. Akmal Ahsan, Kader Muhammadiyah Yogyakarta kembali menerbitkan buku bertajuk Pada Masa Modern (2020). Sebelumnya, Kader...

Guru MIM Kenteng Raih Beasiswa PKK Senam Kemendikbud

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mewujudkan Madrasah Berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, guru MIM Kenteng ikuti seleksi...

Lokakarya Kepala SMK Muhammadiyah se-Jawa Tengah di Majenang

CILACAP, Suara Muhammadiyah – Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMK Muhammadiyah Jawa Tengah Gelar Lokakarya pada 25 sd 26  September 2020. Bertempat...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah menegaskan tak mengikuti Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mendikbud memang sempat menyampaikan permintaan agar Muhammadiyah bisa bergabung dengan program POP.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Senin (3/7). Mu’ti menyampaikan Muhammadiyah mengapresiasi silaturrahim Mendikbud ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta keputusan mengevaluasi POP.

“Terkait dengan permintaan tersebut, sesuai hasil rapat bersama PP Muhammadiyah dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang (Dikti Litbang), Muhammadiyah  memutuskan untuk tetap tidak berperan serta dalam program POP,” ungkap Mu’ti.

Baca juga: Temui PP Muhammadiyah, Mendikbud Nadiem Makarim Sampaikan Permohonan Maaf

Menurutnya sekarang ini sekolah/madrasah  dan perguruan tinggi sedang fokus penerimaan peserta didik baru dan menangani berbagai masalah akibat pandemi Covid-19.

POP memang telah menuai kontroversi serta mendapat tanggapan beberapa pesertanya seperti Muhammadiyah, NU, maupun PGRI. Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) maupun LP Maarif Nahdlatul Ulama telah menyatakan mundur dari program ini. (Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles