23.4 C
Yogyakarta
Minggu, September 27, 2020

Pengabdian, Dosen Manajemen UMY dan Warga Bausasran Adakan Penghijauan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Optimalisasi Peran Lazismu, Edukasi Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial dan keagamaan sejak lama telah ikut andil dalam pengelolaan zakat...

Wali PAUD Muslimat NU Ikut Kerja Bakti Pembangunan PAUD ‘Aisyiyah

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menetapkan PAUD Aisyiyah Percontohan Takerharjo Solokuro sebagai juara Percontohan PAUD Tangguh. Tertanggal 9...

Kader Muhammadiyah Terbitkan Buku “Pada Masa Modern”

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah-Muh. Akmal Ahsan, Kader Muhammadiyah Yogyakarta kembali menerbitkan buku bertajuk Pada Masa Modern (2020). Sebelumnya, Kader...

Guru MIM Kenteng Raih Beasiswa PKK Senam Kemendikbud

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mewujudkan Madrasah Berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, guru MIM Kenteng ikuti seleksi...

Lokakarya Kepala SMK Muhammadiyah se-Jawa Tengah di Majenang

CILACAP, Suara Muhammadiyah – Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMK Muhammadiyah Jawa Tengah Gelar Lokakarya pada 25 sd 26  September 2020. Bertempat...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sempitnya lahan tidak menyurutkan keinginan warga RW 11 Bausasran Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta untuk menghijaukan wilayahnya.

Dengan didampingi tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), warga RW 11 Bausasran memanfaatkan lahan yang ada untuk membudidayakan pepaya.

Ide membudidayakan pepaya berasal dari hasil diskusi warga dengan tim pengabdian Manajemen FEB UMY yang beranggotakan Meika Kurnia dan Isthofaina.

“Warga sangat antusias dengan ide budidaya pepaya ini karena tanaman ini termasuk tanaman yang relatif gampang dibudidayakan serta tidak perlu perhatian khusus secara harian,” ujar Triyana, Ketua RW 11 Bausasran, Kamis (13/8).

Triyana menambahkan bahwa dari hasil diskusi warga dengan tim pengabdian Prodi Manajemen FEB UMY. Sistem tambulampot dipilih dikarenakan lahan kosong yang berada di wilayah RW 11 mayoritas dekat dengan jalan kampung yang ramai dilalui oleh kendaraan, sehingga risiko tinggi jika hanya menggunakan media tanah langsung.

Di masa pandemi, pemanfaatan lahan sempit di perkotaan selain membantu masyarakat dalam menghijaukan wilayahnya juga menjadi kegiatan alternatif. (Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

More articles