AMM Cabang Ranting Teguh dan Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19

Oleh: Muhammad Jamaludin Ahmad

Angkatan Muda Muhammadiyah memiliki posisi dan peran strategis bagi Muhammadiyah.Setiap Ortom yang tergabung dalam Bingkai Angkatan Muda Muhammadiyah ini memiliki peran dan bidang garapan yang berbeda, tetapi sesungguhnya semua ortom ini memiliki fungsi yang sama bagi Organisasi Muhammadiyah yaitu : Sebagai wadah pembibitan dan penyemaian bagi Muhammadiyah untuk mendapatkan kader yang akan melanjutkan estafeta kepeminpian Muhammadiyah. Fungsi ini biasanya disebut sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.

Prof. Din Syamsudin, dalam beberapa Forum AMM beliau menyebut peran AMM sebagai: 1.Perpanjangan tangan Muhammadiyah dalam melaksanakan dakwah sesuai dengan keberadaanya.

2.Sebagai sarana kaderisasi dan wahana pengkaderan atau tempat penyemaian kader Muhammadiyah. Sebagai sarana kaderisasi,AMM harus memiliki kader yang berkemampuan diberbagai bidang, antara lain:Kader yang memiliki tingkat Intelektual cukup (Kader intelektual dan ulama),Kader Mubaligh, Kader Pekerja Sosial, Kader Politik, kader Profesi dll

3. Sebagai wakil Persyarikatan dalam  menanggapi dan memberikan sulosi terhadap berbagai permasalahan ummat dan bangsa  khususnya yang berkaitan dengan kehidupan pelajar dan anak muda.

Lembaga Cabang dan Ranting Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mengahadapi Pandemi Covid 19 mengagkat isu dan tema gerakan ” Cabang Ranting Teguh dan Tangguh dalam mengadapi Pandemi COVID 19″. LPCR PP mendirong dan membangun kesadaran agar semua Cabang dan ranting memiliki komitmen dalam membangun keteguhan dan ketangguhan baik secara kelembagaan maupun aksi layanan.

“Teguh”  itu berkaitan dengan ideologi, paham agama dan prokol kesehatan. Maknanya, ketika menghadapi wabah atau pandemi COVID sudah seharus para pimpinan dan anggota persyarikatan cepat untuk memahami fatwa fatwa majelis tarjih PP Muhammadiyah, berusaha keras untuk mengkomunikasikan dan mensosialisaikan kepada sesama pimpinan dan anggota untuk dapat bareng bareng dilaksanakan dilapangan.

Baca Juga:   Tolong Hindarilah Kerumunan, Ini Bukan Urusan Takut Mati atau Tidak

Semangat yang pertama muncul adalah patuh dan dengan nalar sehat berikhtiar utk melaksanakan nya. Sehingga yg muncul bukan pikiran egocentris dan sikap egois menentang fatwa majelis tarjih PP Muhammadiyah namun sikap taat dan tawadlu’. Kalau akhirnya dilapangan menemui masalah dan kesulitan maka yg akan muncul strategi dakwah atau strategi implementasi.

Demikian juga dengan kebijakan dan protokol kesehatan yang sedah dibuat oleh MCCC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka pimpinan dan warga persyarikatan Muhammadiyah juga harus punya semangat dan sikap yg sama untuk mengimplementasikannya. Hindari energi kita habis hanya untuk berbantah bantahan, ngeyel, karena nuruti ego kita masing masing. Energi kita seharusnya disalurkan untuk mencari solusi dan mengerjakan hal hal yang lebih penting bagi kepentingan ummat.

“Tangguh” itu berkaitan dengan strategi dan ikhtiar Cabang ranting dan AMM dalam mengatasi problem: keagamaan, ekonomi, Psikologi, sosial, budaya, keamanan yang muncul akibat adanya pandemi covid 19.  Karena pandemi covid berlangsung dalam rentang waktu yang lama maka posisi AMM tidak bisa hanya reaktif namun responsif  kalau perlu sekaligus strategis.

AMM TANGGUH bermakna:

1.Mampu  menganalisa dan menemukan problem yang muncul akibat adanya pandemi covid 19 bagi AMM, warga Muhammadiyah dan masyarakatderya mampu membuat strategi solutif nya.

2.Memiliki program jangka pendek, menengah dan program jangka panjang dalam menghadapi pandemi covid 19.

3.Menyiapkan, memiliki dan mampu memberdayakan SDM AMM dan warga persyarikatan untuk mampmampu mengelola dan melaksanakan program program dan kegiatan.

4.Mampu memonitoring dan mengevaluasi program program yang dilaksanan dan merumuskan langkah tindak lanjutnya untuk perbaikan.

5. Mampu berkomunikasi ,bersosialisasi dan berkolaborasi dengan berbagai kekuatan masyarakat sehingga melaksanakan program bersama dan bermanfaat untuk semua.

6. Menggali potensi masyarakat yang dapat diberdayakan untuk suksesnya program program AMM baik dari aspek SDM, Keuangan/pendanaan maupun sarana prasarana.

Baca Juga:   Catatan Pulang Kampung Imam Shamsi Ali

7. Memiliki amal usaha/kegiatan ekonomi yang dapat menjadi sumber pendanaan program dan kegiatan AMM sehingga mampu melaksanakan program jangka panjang.

8. Memiliki inovasi, kreasi dan solusi dalam menghadapi dampak pandemi COVID 19 sehingga AMM mampu hadir di masyarakat. Istilah betawi nya “AMM kagak ade matinye”. Terus ” kreatif,inovatif, solutif, otentik.

Kreatifitas dan inovasi AMM Cabang Dan Ranting dalam menghadapi pandemi covid 19 sungguh  menggembirakan. AMM  PCM Sruweng Kebumen, AMM Limbung Gowa, AMM Imogiri Bantul, AMM Piyungan Bantul , AMM Matrijeron Kota Yogya, AMM Pramban Sleman, AMM Banjarmasin 04, AMM PRM Al Ummah Banjarmasin merupakan sebagian contoh dari AMM PCM dan PRM yang Tangguh dalam menghadapi pandemi covid dan dampaknya. Satu aspek penting yang jadi perhatian serius dari seluruh AMM yang sebut ini adalah mereka semua membarengi kegiatan mereka dengan ditopang pengembangan dakwah melaui media informasi.

PCM Sruweng dg Simpang Lima nya, AMM Piyungan dg AMM Talknya, PCM Banjarmasin 04 dengan Al Jihad Radio dan TV  streamingnya, PRM Al Ummah dengan Al Ummah TV dan Nun TVnya, AMM Imogiri dengan program KURMAnya, AMM Matrijeron dg juara pertama lomba Video nasional yang diadakan LPCR PP Muhammadiyah. Semoga semakin banyak AMM di cabang dan Ranting di Indonesia utk terus berkreasi, berinovasi dan memberi solusi utk kaum muda dan Ummat.

Untuk menutup tulisan ini saya teringat tantangan dan harapan Prof. DR. Haedar Nashir pada saat memberikan arahan pada Milad IPM ke 59. Beliau mengatakan “……Di sinilah heroisme kader Muhammadiyah. Saya memberikan tantangan bagaimana IPM  hadir untuk berdakwah di kalangan pelajar dan kaum milenial di era abad ke dua dari Muhammadiyah i