‘Aisyiyah Lampung Latih Ketapang Panti Asuhan

‘Aisyiyah Lampung Latih Ketapang Panti Asuhan

BANDAR LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – Bidang Kelenting dan Ketahanan pangan memiliki dua kata kunci penting yaitu ketersediaan pangan yang cukup dan merata. Serta akses penduduk terhadap pangan, baik secara fisik maupun ekonomi,


Ketua Lembaga Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (LLHPB) Dr. Erna Rochana mengungkapkan Pandemi tidak membuat kita bermalas-malasan, yang semua itu akan membuat kita menjadi hamba yang putus asa.

“Namun dengan adanya virus Corona ini membuat kita semakin bertaqwa kepada Allah dan bangkit untuk berbuat yang terbaik. Masa pandemi peluang kita untuk berbagi, berinovasi dalam segala bidang. Muhammadiyah & ‘Aisyiyah menangkap situasi ini dengan mencanagkan Program Ta’awun untuk Negeri,” kata Erna, Sabtu (12/9). 

Ta’awun untuk Negeri adalah kegiatan yang dicanangkan PP Muhamadiyah di masa pandemi ini. Semua ortom di persyarikatan menyambut baik program ini. PP ‘Aisyiyah megistruksikan Majelis & Lembaga untuk membuat kegiatan dalam merealisasikan program Ta’awun untuk Negeri. Majelis Ekonomi & Ketenagakerjaan dengan programnya Ketapang Ketahanan Pangan. 

LLHPB programnya Kelenting & Ketahanan Pangan. Program atas dukungan LLHPB PPA dengan The Asian Foundation (TAF) membantu warga persyarikatan yang terdampak Covid-19 agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Narasumber Juli Founder dari Polinela, Rahmalia dosen Darmajaya Kegiatan ini tersebar di 16 Provinsi. Kegiatan yang dilaksanakan di Provinsi Lampung adalah Budikdamber dan menanam sayur organik. Lokasi kegiatan berada di Panti Asuhan Muhammadiyah Budi Mulya 1 Kota Bandar Lampung dengan anak asuh berjumlah 130 orang, pengasuh 10 orang & Panti Asuhan Muhammadiyah Budi Mulya 2  Kota Bandar Lampung berjumlah 12 orang dengan pengasuh 2 orang. 

“Alhamdulillah kegiatan Budikdamber dan menanam sayur organik sudah berjalan 1 bulan, dalam perjalanan kegiatan tersebut ada kendala yang dihadapi, namun karena kegiatan dilaksanakan dengan gembira maka kendala yg dihadapi bisa terlaksana,” ucapnya. 

Baca Juga:   ‘Aisyiyah Sulsel Optimalkan Gerakan Cinta Anak

Tujuan kegiatan untuk Menumbuhkan kewirausahaan anak asuh, jika mereka sudah  tidak berada di panti bisa mempraktekan kegiatan ini. 

Kegiatan Pelatihan yang dihadiri Founder Juli dari Polinela, Rahmalia dosen Darmajaya, Majelis Lingkungan Hidup PWM Fajar Sasora, Sekretaris PDM Kota Bandar Lampung Thabroni M Zuhri, Wakil Kepala Panti Budi Mulya Muhammadiyah 1 Haidir, Sekretaris panti Gito Waluyo, serta pengasuh panti. (ES)