Muhammadiyah Sesalkan Kasus Pembacokan di Palembang

Prof Dr Dadang Kahmad, MSi
Prof Dr Dadang Kahmad, MSi

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Muhammad Arif, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Nurul Iman di Sumatra Selatan, 61 tahun dibacok oleh pengurus masjidnya sendiri karena hal sepele berupa kunci kotak amal. Atas tragedi ini Muhammadiyah sangat menyesalkan.

Arif dibacok saat sedang melaksanakan salat Magrib. Pelaku membacok Arif sebanyak dua kali dengan menggunakan pedang bergagang plastik. Korban mengalami luka bacok di bagian leher atas kiri. “Peristiwa ini sangat memprihatinkan. Peristiwa seperti ini mudah-mudahan tidak terulang kembali,” ujar Dadang Kahmad, Ketua PP Muhammadiyah pada Selasa (15/9).

Korban dilarikan ke RSUD Kayuagung untuk mendapatkan perawatan dan kemudian dirujuk ke RSUP Moh Husein, Palembang, namun akhirnya meninggal dunia. Sedangkan pelaku diamankan di Polsek Kayu Agung. Dadang menyerahkan seluruh proses hukum bagi pelaku kepada pihak kepolisian.

Polisi telah mengamankan pelaku pembacokan tersebut. Aksi nekat itu dilakukan pelaku murni karena sakit hati. “Murni tersinggung karena tidak ada juga penjelasan dari korban minta kunci kotak amal diserahkan ke bendahara. Jadi saat salat Magrib, pada rakaat pertama pelaku melihat korban, dia pulang langsung ambil parang dan korban dibacok,” jelas AKBP Alamsyah Palupesy, Kapolres Ogan Komering Ilir. (diko)

Baca Juga:   MUI: Kasus Ahok Jangan Dibawa ke SARA