25.4 C
Yogyakarta
Kamis, Oktober 22, 2020

Menggugah Semangat Ta’awun di Kala Pandemi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ponpes Muhammadiyah Kuala Madu Peringati Hari Santri Nasional

STABAT, Suara Muhammadiyah – Pondok Pesantren Muhammadiyah Kuala Madu memeringati hari santri tahun 2020 dalam sebuah upacara. Peringatan hari santri tahun ini...

Tuan Rumah Turba

Hasrat mengunjungi PAUD Percontohan Aisyiyah Takerharjo Solokuro Lamongan yang terakreditasi A pada malam Minggu 18 Oktober 2020 sangat menggebu. Niat utama belajar...

Siswa SMK Mutu Tegal Peringati Hari Santri dengan Cara Berbeda

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris siswa SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal jawa Tengah ikuti kegiatan Test CBT TOEIC...

Dr H Abdullah Syukri Zarkasyi Berpulang, Muhammadiyah Ikut Rasakan Duka

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Dr H Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada Rabu,...

Temui Jokowi, Muhammadiyah Sarankan Tunda Pelaksanaan UU Ciptakerja

Suaramuhammadiyah.id. Setelah beberapa hari yang lalu pemerintah bertemu beberapa pimpinan ormas, rabu (21/10) siang tadi giliran Muhammadiyah yang bertemu dengan pemerintah. Pada...
- Advertisement -

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ta’awun adalah bagian dari spirit Muhammadiyah. Spirit inilah yang menjadi penguat bagi Muhammadiyah untuk terus bergerak memberikan kontribusi nyata kepada ummat, khususnya dalam hal penguatan pangan dan ekonomi di kala pandemi.

Dalam rangka memperingati Hari Bermuhammadiyah (Seri ke-46) September 2020, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Matraman, Jakarta Timur menyelenggarakan pengajian online dengan tema “Ta’awun Muhammadiyah di Kala Pandemi” (18/9).

Deny Asy’ari, Direktur Suara Muhammadiyah dan sekaligus pembicara utama dalam pengajian yang berlangsung via zoom tersebut menyampaikan, lesunya ekonomi ummat di masa pandemi saat ini dapat dianalogikan seperti yang terjadi di masa awal berdirinya Muhammadiyah. Ketika sekolah-sekolah yang didirikan oleh Muhammadiyah kehabisan kas untuk memenuhi biaya oprasionalnya. KH. Ahmad Dahlan tidak kehabisan akal. Maka beliau berinisiatif mengumpulkan jamaah di halaman rumahnya.

Dihadapan seluruh jamaahnya beliau mengungkapkan bahwa kas milik Muhammadiyah telah habis, sehingga tidak mampu untuk menggaji guru-guru yang mengajar. Tanpa ragu beliau menggadaikan seluruh barang yang ada di rumahnya. Seluruh jamaah yang berkumpul pun terpanggil untuk memberikan uang yang dimilikinya kepada KH. Ahmad Dahlan tanpa mengambil satu pun barang yang ditawarkan.

“Kenapa anda tidak mengambil barang-barang yang saya gadaikan?” tanya KH. Ahmad Dahlan dengan heran. “Kami tidak sedang melakukan jual beli Kiai, kami hanya ingin membantu,” ujar salah seorang jamaah. Inilah kepedulian yang ditunjukkan oleh generasi awal Muhammadiyah terhadap keberlangsungan hidup persyarikatan tercinta.

Kisah lainnya datang dari seseorang bernama Abu Sayyad. Ia memiliki sepotong roti yang hendak diberikan kepada keluarganya di rumah. Saat perjalanan pulang, ini bertemu dengan seorang anak perempuan bersama ibunya yang sedang laparan. Tanpa berpikir panjang, beliau langsung memberikan roti yang ada ditangannya kepada anak gadis tersebut. Sepasang anak dan ibunya itu mengucapkan rasa terimakasih kepada Abu Sayyad.

Di suatu malam ia bermimpi. Malaikat menunjukkan timbangan amal selama hidupnya. Timbangan amal buruknya lebih banyak ketimbang amal baiknya. Namun Tuhan menempatkannya di surga.

Singkat cerita, salah satu malaikat bertanya “Amalan apa yang membuat Tuhan menempatkanmu di dalam surge wahai Abu Sayyad?”

Ia menjawab, “Aku pernah memberikan sepotong roti kepada seorang anak perempuan bersama ibunya yang sedang dalam keadaan lapar. Aku senang melihat anak perempuan tersebut tersenyum bahagia dan ibunya menangis haru menerima roti yang ku berikan.”

Melalui dua kisah yang penuh dengan kepedulian tersebut, Deni Asy’ari menyampaikan pentingnya saling membantu dan berbagi, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Suara Muhammadiyah terus berupaya secara maksimal merealisasikan ta’awun yang menjadi konsep dasar kepedulian Muhammadiyah. Suara Muhammadiyah telah melakukan beberapa terobosan dalam hal penguatan ketahanan pangan dan ekonomi dengan membangun jejaring berbasis jamaah.

“Penguatan sektor pangan dan ekonomi ini akan terus kita perluas. Suara Muhammadiyah dengan spirit ta’awunnya terus bergerak memperdayakan ekonomi dan ketahanan pangan bagi ummat,” ujarnya. (diko)   

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -