25.4 C
Yogyakarta
Kamis, Oktober 22, 2020

MDMC Respon Banjir Kalteng di Tengah Pandemi

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ponpes Muhammadiyah Kuala Madu Peringati Hari Santri Nasional

STABAT, Suara Muhammadiyah – Pondok Pesantren Muhammadiyah Kuala Madu memeringati hari santri tahun 2020 dalam sebuah upacara. Peringatan hari santri tahun ini...

Tuan Rumah Turba

Hasrat mengunjungi PAUD Percontohan Aisyiyah Takerharjo Solokuro Lamongan yang terakreditasi A pada malam Minggu 18 Oktober 2020 sangat menggebu. Niat utama belajar...

Siswa SMK Mutu Tegal Peringati Hari Santri dengan Cara Berbeda

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris siswa SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal jawa Tengah ikuti kegiatan Test CBT TOEIC...

Dr H Abdullah Syukri Zarkasyi Berpulang, Muhammadiyah Ikut Rasakan Duka

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Dr H Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada Rabu,...

Temui Jokowi, Muhammadiyah Sarankan Tunda Pelaksanaan UU Ciptakerja

Suaramuhammadiyah.id. Setelah beberapa hari yang lalu pemerintah bertemu beberapa pimpinan ormas, rabu (21/10) siang tadi giliran Muhammadiyah yang bertemu dengan pemerintah. Pada...
- Advertisement -

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah –  Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kalimamtan Tengah minggu ini dan luapan sungai sungai berdampak banjir   di beberapa kabupaten , antara lain : Kabupaten Katingan, Seruyan Lamandau, dan Kotawaringin Timur.

Tanggal 11 – 26 September 2020 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, setelah sebelumnya juga telah ditetapkan status tanggap darurat Covid-19, dan status darurat  kebakaran Hutan dan lahan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Drs. H. Ahmad Syar’i, M.Pd mengatakan bahwa banjir yang terjadi sekarang ini memang biasa terjadi sebelumnya, itu lantaran kondisinya berada di pinggiran sungai .

Bagaimanapun peristiwa, kondisi dan dampaknya, itu merupakan tanggung jawab  bersama, terutama  pemerintah provinsi dan kabupaten setempat. Pemprov Kalteng pun telah memberikan perhatian dan turun tangan. Masyarakat tentunya juga harus ikut serta tolong menolong membantu masyarakat yang terdampak.

“Muhammadiyah melalui MDMC sebagaimana selama ini, tentu harus tetap  meningkatkan  upaya mengatasi dan menanggulangi bencana banjir tersebut terutama terkait dampaknya kepada masyarakat” katanya

Sementara itu Ketua MDMC Palangkaraya dan juga  Wakil Ketua MCCC Kalteng, Apri Husin Rahu  menginformasikan  bahwa Tim Relawan  Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) Palangkaraya  bersama dengan Pimpinan  Daerah Muhammadiyah  dan  AMM Katingan,  telah melaksanakan kaji cepat respon penanganan banjir  dan meninjau lokasi  banjir di kelurahan Kasongan Lama, Desa Tumbang Liting , kabupaten Katingan salah satu desa yang terisolasi karena banjir dan hanya bisa dilalui lèwat jalur sungai.

“Relawan MDMC  akan melakukan pendampingan respon banjir, dan siap mensuppport kebutuhan  di lapangan, seperti tenaga relawan , tim.medis,  obat-obatan, Air bersih, sembako,  dan  pembangunan rumah guru yang hanyut, tentunya  berkoordinasi dengan PDM  ataupun Posko setempat,” ujar Apri.

Selain penanganan respon Bencana Banjir  di Kalteng,  MDMC kota Palangka Raya tetap konsisten dalam penanganan Penyebaran covid-19 Palangka Raya. Dengan giat respon antara lain sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan, asistensi kegiatan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan, evakuasi dan pelayanan medis, pemulasaran dan pemakaman Jenazah. (Bonni)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -