24.7 C
Yogyakarta
Kamis, Oktober 22, 2020

Orasi Virtual, Unjuk Kemampuan Tiga Calon Ketum IPM Mu’allimaat

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Ponpes Muhammadiyah Kuala Madu Peringati Hari Santri Nasional

STABAT, Suara Muhammadiyah – Pondok Pesantren Muhammadiyah Kuala Madu memeringati hari santri tahun 2020 dalam sebuah upacara. Peringatan hari santri tahun ini...

Tuan Rumah Turba

Hasrat mengunjungi PAUD Percontohan Aisyiyah Takerharjo Solokuro Lamongan yang terakreditasi A pada malam Minggu 18 Oktober 2020 sangat menggebu. Niat utama belajar...

Siswa SMK Mutu Tegal Peringati Hari Santri dengan Cara Berbeda

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris siswa SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal jawa Tengah ikuti kegiatan Test CBT TOEIC...

Dr H Abdullah Syukri Zarkasyi Berpulang, Muhammadiyah Ikut Rasakan Duka

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Dr H Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada Rabu,...

Temui Jokowi, Muhammadiyah Sarankan Tunda Pelaksanaan UU Ciptakerja

Suaramuhammadiyah.id. Setelah beberapa hari yang lalu pemerintah bertemu beberapa pimpinan ormas, rabu (21/10) siang tadi giliran Muhammadiyah yang bertemu dengan pemerintah. Pada...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seluruh siswi Mu’allimaat diundang untuk mengikuti orasi virtual calon Ketua Umum PR IPM melalui aplikasi video telekonferensi. Pada periode ini ada 3 calon ketua PR IPM yaitu Fatma Latifah Isnawati, Aisyah Lathifunnisa dan Nur Abidah Hayatun, pada Jumat, 18 September 2020. 

Ketiga calon ketua umum PR IPM merupakan siswi kelas XI yang berprestasi. Kandidat calon ketua umum PR IPM nomor 1 Fatma merupakan ketua bidang Dakwah Sosial Lembaga IPM MTs Mu’allimaat 2017/2018 dan Anggota bidang Kajian Dakwah Islam PR IPM MTs Mu’allimaat 2019/2020. Fatma yang berasal dari Magetan, Jawa Timur memiliki prestasi juara 2 lomba MSQ Tingkat MTs dan juara 1 Lomba Pidato tingkat Madrasah.

Kandidat calon nomor 2 yaitu Aisyah Lathifunnisa merupakan ketua Lembaga IPM MTs Mu’allimaat 2017/2018 dan anggota bidang pengkaderan PR IPM Mu’allimaat 2019/2020. Aisyah yang berasal dari Sleman, Yogyakarta memiliki prestasi juara 2 Lomba PBB Tingkat MTs dan juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja Piala Walikota Yogyakarta.

Kandidat calon nomor 3 adalah Nur Abidah Hayatun Nafsyiah, merupakan ketua Komunitas M.CoM Periode 2016/2017, Ketua bidang Bahasa Lembaga IPM MTs Periode 2017/2018 dan anggota bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan PR IPM Mu’allimaat periode 2019/2020. Abidah memiliki prestasi juara 2 KSM Matematika se-Yogyakarta 2019 dan juara 1 Qiro’atul Kutub se-Yogyakarta 2019.

Ketua PR IPM tahun 2019-2020, Azka Ruhama dalam sambutannya menyampaikan, “Besar harapan dari orasi ini tidak hanya menjadi tempat untuk menampilkan yang dimiliki tetapi dapat menjadi ajang dakwah dan menebar kebaikan di dalam maupun diluar madrasah”.

Azka melanjutkan harapannya bagi ketua IPM yang nantinya terpilih supaya benar-benar amanah dan bertanggung jawab. Menurutnya acara orasi ini bukan kompetisi karena seluruh kader IPM merupakan kader terbaik. Nantinya yang tidak terpilih akan tetap bersinergi untuk kemajuan PR IPM periode depan.

Ustadzah Agustyani Ernawati, M.Pd., direktur Madrasah Mu’allimaat mengawali sambutannya dengan mengutip wasiat K.H. Ahmad Dahlan yang berbunyi : “aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan menjaga Muhammadiyah dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa berkembang seterusnya”.

Menurutnya anak-anak Mu’allimaat adalah anak-anak terbaik yang merupakan perwakilan daerahnya masing-masing. Proses Pendidikan di Mu’allimaat betul-betul diupayakan untuk mencetak pemimpin-pemimpin putri Islam di masa yang akan datang. Pesan khusus disampaikan kepada calon PR IPM siapapun yang terpilih lakukan yang terbaik.

Pada sesi tanya jawab para calom ketua umum PR IPM diberikan pertanyaan oleh panelis yang harus mereka jawab. Pertanyan diberikan oleh para panelis bertemakan keteladanan, keislaman, keimanan, IPM, umum dan Kemuhammadyahan.

Ustadzah Erna mendapat kesempatan pertama memberikan pertanyaan, bagaimana koordinasi yang kalian lakukan saat menjadi ketua umum di masa pandemic agar supaya program IPM berjalan optimal. Fatma menjawab ia akan bertindak solutif dan inovatif sesuai visi-misinya. Menurutnya ia akan menggunakan webinar, grup whatsapp dan bermacam aplikasi pendukung lainnya yang bisa digunakan untuk melakukan koordinasi. Abidah menyampaikan akan menjalin sinergitas dengan madrasah. Aisyah menjawab ia akan membangun komunikasi dengan madrasah untuk melaksanakan program kerja. (Ars)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -