23.2 C
Yogyakarta
Selasa, Desember 1, 2020

Haedar Nashir: Dokter Pelopor Kemanusiaan dan Kenegarawan

By Suara Muhammadiyah

- Advertisement -

Berita Terbaru

Log-Mart Buka Gerai Kedua

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Log-Mart kembali melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka gerai kedua yaitu Log-Mart Ngampilan, Senin (30/11). Log-Mart merupakan singkatan dari...

Pembangunan Kesehatan Perempuan, ‘Aisyiyah Kembangkan Sistem Informasi Desa

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sistem Informasi Desa (SID) merupakan salah satu mandat dalam UU Desa No 6 Tahun 2014 tentang Desa untuk...

Harapan Para Tokoh dalam Resepsi Virtual Milad Mu’allimaat ke-102

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan resepsi milad ke-102 dan Milad Muhammadiyah ke-108 pada Senin (30/11).

Gotong Royong 1,2 Milyar untuk Rumah Qur’an Muhammadiyah Kebakkramat

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Gotong royong masyarakat 1,2 Milyar untuk Rumah Quran Muhammadiyah Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah. Seluas 350 meter persegi Tanah...

Inovasi UAD Kembangkan Ngoro-Oro Menuju Desa Wisata Sehat

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Keberadaan desa wisata dengan keindahan alam dan udara segarnya saat ini menjadi daya tarik para wisatawan baik wisatawan...
- Advertisement -

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menyambut Hari Dokter Indonesia 24 Oktober 2020, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi berharap agar para dokter menjadi pelopor kemanusiaan dan kenegarawan.

Haedar menyebut bahwa para dokter Indonesia dalam perjalanan sejarah yang panjang sejak dari era Kebangkitan Nasional sampai setelah Indonesia merdeka dan berdirinya Perhimpunan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah menorehkan jejak emas untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia.

“Kita mencatat dokter Wahidin Sudirohusodo, dokter Cipto Mangunkusumo, dokter Soetomo, dokter Kayadu dan para doker Indonesia sejak awal kemerdekaan telah berbuat yang tebaik untuk Indonesia,” ungkap Haedar dalam akun Twitter resminya, Sabtu (24/10).

Bahkan dokter Soetomo bagi Muhammadiyah termasuk pendiri Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya tahun 1924.

Kini para dokter Indonesia telah membuktikan kepahlawananya baik dalam peran untuk kemanusiaan melayani sesama diera Pandemi Covid-19 maupun dalam berjuang memajukan kesehatan bangsa.

Karena itu, lanjut Haedar, dalam 70 tahun usia IDI yang bertepatan dengan Hari Dokter Indonesia 24 Oktober, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan apresiasi tinggi atas segala jerih payah, ikhtiar, pengabdian, empati dan seluruh gerak berkhidmat untuk kemanusiaan.

Muhammadiyah juga ikut berempati, bersimpati dan berduka atas saudara-saudara dokter Indonesia dan tenaga kesehatan yang telah dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa, meninggal dalam perjuangan menangani Covid-19 sebagai bukti dari jejak, jihad dan kepahlawanan.

“Percayalah setiap pengkhidmatan kepada kamanusiaan dan untuk kepentingan bangsa Insya Allah akan memperoleh jalan lapang. Semoga dokter Indonesia senantiasa menjadi pelopor kemanusiaan dan kenegarawan untuk bangsa dan negara,” pungkasnya. (Riz)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

More articles

- Advertisement -