Pak AR: Memanfaatkan Hari Maulid Nabi Muhammad Saw

KH AR Fachruddin Dok Pusdalit SM

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah era 1970-1990 KH Abdur Rozaq Fachruddin menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw dengan sebuah refleksi tentang perjalanan dan hikmah Rasulullah. Pak AR menuliskannya dalam artikel di Majalah Suara Muhammadiyah Nomor 5 Tahun 1976 yang berjudul Memanfaatkan Hari Maulid Nabi Muhammad Saw.

Apabila Suara Muhammadiyah ini sampai di tangan para pembaca, insyaAllah kesibukan ummat Islam di tempat anda dalam menyambut datangnya Hari Maulid Nabi Besar Muhammad Saw sudah berjalan. Membesarkan atau merayakan Hari Maulid Nabi Muhammad Saw bukanlah atas perintah Rasul, lebih-lebih lagi bukan termasuk resmi dari Allah Swt. Namun satu hal yang patut kita syukuri, bahwa Negara dan masyarakat Indonesia tetap membesarkan dan merayakannya.

Sudah menjadi tradisi yang hidup sejak Agama Islam berada di Indonesia, merayakan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad Saw tersebut. Bahkan setelah Negara kita merdeka maka tanggal dua belas Rabiul Awal sudah merupakan hari besar Islam yang resmi yang dirayakan oleh negara kita Republik Indonesia yang berdasar Pancasila ini.

Merayakan hari Maulid Nabi Besar Muhammad Saw di kalangan kita keluarga Muhammad dijadikan suatu media dakwah Islam. Karena itu keluarga Muhammadiyah merayakannya tidaklah terikat ketat oleh tanggal dua belas Rabiul Awwal dan tidak pula berupa gerak yang mati.

Resmi organisatoris, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menyampaikan instruksi peringatan Milad Nabi Muhammad Saw kepada Pimpinan Wilayah, Daerah dan Cabang di seluruh Indonesia. Semoga Pimpinan Muhammadiyah seluruhnya dikaruniai pertolongan Allah dapat melaksanakan instruksi tersebut dengan niat mencari keridhaan Allah guna penyebarluasan Agama Islam yang sekarang ini masih memerlukan keuletan serta kegigihan, bahkan pembiayaan yang tidak sedikit.

Mengambil Hikmah

Bagi keluarga Muhammadiyah sesunguhnya setiap saat saat hati dan pikirannya selalu dipertautkan dengan dengan suri tauladan Nabi Muhammad Saw. Nama Muhammadiyah itupun dimaksudkan, agar seluruh keluarga Muhammadiyah senantiasa berusaha untuk mengikuti tindakan Nabi kita Muhammad Saw baik dalam perilaku hidup sehari-hari apalagi dalam soal-soal ibadah mahdhi.

Baca Juga:   Nikah Lagi? Mimpi Saja Pak AR Takut

“Katakanlah olehmu Muhammad apabila benar-benar kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu. Dan Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih”.

Dalam kita memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad Saw, marilah kita mengambil hikmah dari ajaran-ajarannya, begitu juga mengambil hikmah dari perilaku dan tindakan selama hidupnya sebagai Rasulullah, untuk dapat kita terapkan dalam kehidupan kita bersama.

Sejak sebelum Muhammad diwisuda oleh Allah sebagai Rasul penutup, Muhammad sudah terkenal dengan akhlaqnya yang sangat terpuji, ialah ia dapat dipercaya. Sampai-sampai namanya terkalahkan oleh gelar yang digelarkan oleh masyarakatnya kepadanya ialah “Al Amin”. Al Amin artinya yang sangat dipercaya.

Kalau pada akhir-akhir setelah Muhammad mendapatkan kerasulannya dari Allah Swt, banyak orang tidak mempercayainya maka hal itu bukan karena Muhammad telah luntur kejujurannya, melainkan orang banyak itu sendiri yang telah terjangkit penyakit dengki di dalam hatinya. Dan memang dengki itulah yang memasuki kebenaran.

Muhammad berhasil dalam membina masyarakat pada waktu itu antara lain, karena Muhammad benar-benar dapat dipercaya. Dapat dipercaya sebagai seorang anak. Dapat dipercaya sebagai seorang pedagang. Dapat dipercaya sebagai seorang penyalur. Dapat dipercaya sebagai seorang suami. Dapat dipercaya sebagai seorang pemimpin umat.

Dapat dipercaya sebagai panglima perang. Dapat dipercaya sebagai orang yang mendapat penyerahan harta negara. Dapat dipercaya sebagai kepala negara. Dan dapat dipercaya sebagai seorang pembawa dan penganjur kebenaran.

Untuk kejujurannya itu dia mengorbankan apa yang diperlukan. Perasaan, kehormatan, pikiran, waktu, kekuatan, harta, bahkan sampai jiwanya dipertaruhkan untuk menegakkan kejujurannya. Kejujuran yang menuju keridhaan Allah.

Keluarga Muhammadiyah yang memahami apa siapa Muhammadiyah dan untuk apa Muhammadiyah didirikan. Hendaknya meresapkan benar-benar sifat kejujuran Muhammad Rasulullah Saw untuk diterapkan pada dirinya dan seterusnya untuk diperkembangkan kepada masyarakat yang dapat dijangkaunya. Bukan untuk kepentingan dan keuntungannya diri pribadi, melainkan untuk kepentingan dan keuntungan serta keselamatan masyarakat pada umumnya.

Baca Juga:   Cara Allah Menolong Pak AR

Keluarga Muhammadiyah selamatkanlah diri anda dan keluarga anda dari bahaya dan malapetaka yang sebenarnya. Dan marilah memohon kepada Allah hidayat dan taufiq, karena hanya kepada Allah jualah kita memohon.