Tapak Suci Kapanewon Turi Dikukuhkan

Tapak Suci Kapanewon Turi Dikukuhkan

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pelantikan Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Kapanewon Turi Periode 2020 – 2024  kian menambah catatan penting langkah dakwah karena di Muhammadiyah tapak suci itu bukan sekedar olah raga dan bela diri. Tapi, ini bagian dari dakwah bilhal.

Kepengurusan yang dilantik pada tanggal Rabu 28 Oktober 2020 dengan bertempat di Gedung Olah Raga Kelurahan Donokerto Turi Sleman, acara ini berlangsung dengan semarak dihadiri langsung oleh jajaran Pimpinan Daerah 03 Tapak Suci Kabupaten Sleman dan hadir juga tokoh legendaris Tapak Suci yaitu Pendekar Besar Bazar Marzuki, tak ketinggalan juga Tripika Panewu, Polsek, dan Koramil. Juga Lurah sekecamatan Turi, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Pada acara acara pengukuhan dan pelantikan yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Sleman dengan susunan kepengurusan Ketua Drs Sukiman, Sekretaris Azis Yon Haryono, bendahara Supriyanto Arfan Fahrudin dann jajaran pengurus lain dengaan bidang kepelatihan oleh romdon. 

Setelah acara seremonial pengukuhan dilanjutkan dengan agenda rapat kerja Tapak Suci cabang 20 Turi yang berlangsung sampai dini hari dengan rangkaian acara berlangsung dalam protokol Covid-19 yang sangat ketat dimana panitia secara khusus menyediakan masker dan penataan tempat duduk berjarak.

Menurut Azis inisiatif untuk membangkitkan lagi perguruan yang menjadi salah satu Organisasi Otonom di Muhamadiyah ini diawali dengan rapat kecil yang diikuti para tokoh Tapak Suci di era 80an dan generasi muda Muhammadiyah Turi yang ingin melihat kejayaan masa lalu terulang lagi.

“Dari rangkaian pertemuan ini melahirkan kesepakatan untuk segera dibentuknya formatur pembentukan perguruan tapak suci cabang Turi,” tambah Azis.

Peserta pelatihan yang diagendakan secara rutin di GOR Donokerto ini  berjumlah sekitar 45 siswa dengan rentang usia dari yang senior sampai dengan remaja yang tentunya semakin menambah semangat untuk berlatih.

Baca Juga:   Baitul Arqam Dasar PDPM untuk Bantul Berkemajuan

Mengutip dari Prof. DR. Haedar Nasir Ketua PP Muhammadiyah agar seni beladiri asli Indonesia ini bisa diminati para generasi muda di seluruh negeri. “Pelantikan tersebut sebagai momen pembelajaran kaderisasi untuk generasi penerus. Bersemangat dalam juang dakwah melalui Tapak Suci dimana pun dan kapanpun,” tutur Azis. (Ariefh/Riz)