LLHPB ‘Aisyiyah Peduli Musibah Banjir dan Longsor Kebumen

LLHPB ‘Aisyiyah Kebumen Peduli Musibah Banjir dan Longsor

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah – Hujan deras yang mengguyur kabupaten kebumen pada 26 Oktober 2020 mengakibatkan 13 kecamatan mengalami banjir dan tanah longsor. Akibat dari situasi tersebut sekitar 2.107 warga kabupaten kebumen mengungsi, diantaranya di SD MAurejo dan di rumah panggung Desa Sidobunder.

Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kebumen, menyalurkan bantuan sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana alam dan longsor di beberapa kecamatan di Kebumen, diantaranya : Kecamatan Puring, Karanganyar, Alian dan Sruweng. Bantuan disalurkan langsung melalui PCA setempat berupa  uang tunai, sembako dan masker.

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 1 November 2020, yang penyerahannya diwakili oleh PCA setempat dan diserahkan langsung ke lokasi bencana melalui Pemerintah Desa dan Poskor Penanggulangan Bencana Muhammadiyah.

Kepedulian LLHPB ‘Aisyiyah Kebumen terhadap warga terdampak banjir juga diwujudkan dalam kegiatan Bakti Sosial berupa Pengobatan Gratis di Desa Kuwarisan – Kutowinangun yang bekerjasama dengan PKU Muhammadiyah Kutowinangun dan PCA Kutowinangun. Pengobatan gratis ini diharapkan dapat mengurangi dampak penyakit akibat banjir pada masyarakat dan mencegah terjadinya penyakit yang lebih berat.

Pada wilayah yang terkena tanah longsor di desa Pandansari Kecamatan Sruweng, LLHPB bersama dengan MDMC dan LazizMu juga melakukan assessment dan perbaikan tanah yang longsor serta rumah yang terdampak.

Ketua LLHPB PDA Kebumen Ibu Sri Hadi Widiastuti menyampaikan bahwa bantuan ini sangat bermanfaat karena bisa langsung diolah dan dibagikan kepada warga terdampak banjir. Harapannya kedepan bisa terus bekerjasama dengan relawan untuk saling menolong masyarakat dan Aisyiyah bisa terus meningkatkan bantuannya.

LLHPB berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak serta menggugah kepedulian warga sekitar untuk saling tolong menolong antar sesame. Masyarakat yang menerima bantuan merasa sangat bermanfaat dan sangat terbantu karena pada situasi bencana dan seluruh keluarga harus mengungsi, merasa sangat repot untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan berupa sembako membuat dapur umum bisa terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak banjir. (Jariyah)

Baca Juga:   Magister Pendidikan Dasar UMS Raih Akreditasi A BAN-PT