PRM Sendangharjo, Minoritas Rasa Mayoritas

PRM Sendangharjo
PRM Sendangharjo, Minoritas Rasa Mayoritas Foto Dok Mat Iskan

Kesungguhan mengelola pertanian dengan semangat perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, menghantarkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sendangharjo (PRM Sendangharjo), Lamongan, sebagai ranting terbaik se-Jawa Timur 2016. Desanya cukup dalam sebab berada di atas pegunungan, di tengah-tengah persawahan dan perkebunan, serta diapit oleh hutan-hutan.

Keunggulan PRM Sendangharjo bukan karena jumlah kuantitas warga dan kader persyarikatannya. Sebaliknya justru mereka merupakan minoritas yang hanya 15 persen sampai 18 persen dari jumlah total penduduk desa tersebut. “PRM Sendangharjo itu minoritas, tapi kekuatan ekonominya bisa dirasakan oleh mayoritas,” puji Muhammad Jamaludin Ahmad Wakil Ketua LPCR (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Perjuangan PRM Sendangharjo

Edi Mulyono Ketua PRM Sendangharjo menuturkan, bahwa perubahan itu dilewati Muhammadiyah dengan tertatih-tatih, sebab semuanya harus dimulai dari bawah bahkan dari titik nol. Karenanya langkah yang terus ditempuh oleh PRM Sendangharjo yaitu berusha bersinergi dengan masyarakat. “Kami sadar bahwa kami adalah minoritas, dari minoritas itu kami berusaha bareng dengan masyarakat Sendangharjo,” ucapnya.

Kegiatan utama PRM Sendangharjo adalah di bidang pertanian dan perkebunan. Dengan produk unggulannya buah melon. Baik bapak-bapak Muhammadiyah maupun ibu-ibu ‘Aisyiyahnya bekerjasama dalam hal pertanian ini. Mulai dari menanam hingga memanen dilakukan secara bersama-sama dengan lebitkan semua unsur organisasi dari pimpinan hingga anggota. Hal itu kian berkembang seiring dengan berdirinya pertokoan Al-Azhar milik PRM Sendangharjo.

Awalnya pertokoan tersebut berdiri di atas bangunan seluas 4 m2 dan hanya menjual kebutuhan pokok sperti minyak goreng, gula, teh, dan lain sebagainya. “Kecil-kecilan ya karena keterbatasan modal,” ucap Edy. Berjalanya waktu, toko Al-Azhar menyediakan berbagai jenis pupuk untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan masyarakat desa. Bahkan kemudian berbagai ketersediaan barang pokok dan pupuk tersebut dapat diakses masyarakat dengan sistem pinjam. Hasilnya luar biasa dan percepatan pertumbuhan omset Al-Azhar meningkat drastis. “Alhamdulillah asset sampai 1 milyar,” ujar ketua PRM tersebut.

Baca Juga:   Puasa yang Tak Biasa

“Dari pertokoan Al-Azhar tersebut PRM dapat berbuat banyak, kami dapat membeli mobil sehat, mobil anatar jemput siswa, membeli tanah pertanian, memberi modal berupa kambing kepada warga, memberikan beasiswa kepada anak berprestasi dan kurang mampu, membeli 2 traktor besar dan 7 traktor kecil, dan memberikan beras 5 kg kepada 40 lebih tidak mampu setiap bulannya,” imbuhnya.

Semua fasilitas tersebut, kata Edy, bukan hanya diperuntukkan bagi warga dan anggota persyarikatan Muhammadiyah, tapi seluruh masyarakat desa Sendangharjo boleh memanfaatkannya. (gsh)

Sumber: Majalah SM Edisi 4 Tahun 2019