Bertemu Jin

Bertemu Jin

Oleh: Bagus Kastolani

Mari kita berandai-andai saja seperti kisah lampu ajaib Aladin. Seandainya kita menyandung botol ajaib dan tiba-tiba muncullah sesosok jin dari botol ajaib itu! “Hahahahaha… ku beri 3 permintaan”, kata jin itu. Maka apalah yang akan Anda minta? Yukkk siapkan pulpen dan sekarang tulislah 3 permintaan Anda! Mungkin makan waktu yang lama untuk mempertimbangkan apa saja yang Anda akan minta kepada jin itu. Mungkin 5 menit tidak cukup. Mungkin waktu Anda tersita selama sehari untuk mempertimbangkan 3 permintaan yang akan dikabulkan ini. Mengapa sedemikian lama Anda mempertimbangkan?

Oleh karena kita mempunyai jutaan keinginan selama hidup ini. Jutaan keinginan, asa dan rasa yang ingin Anda wujudkan. Bahkan keinginan dulu dengan sekarang berbeda. Keingingan saat Anda masih kanak-kanak, akan berbeda dengan keinginan saat Anda telah dewasa sekarang. Tentu lebih kompleks, lebih rumit dan lebih banyak karena Anda mempunyai banyak masalah yang ingin Anda selesaikan. Sehingga 3 permintaan itu serasa tidak cukup dengan berjibunnya keinginan dan asa Anda.

Baiklah… tapi kuota kita hanya 3 permintaan. Tidak lebih! Karena mungkin Jin akan kelelahan sebab memenuhi semua permintaan Anda yang banyak dan kompleks. Bahkan setiap waktu keinginan Anda akan berubah seiring dengan kondisi kebutuhan dan perubahan prioritas kehidupan Anda. Jika memenuhi semua keinginan itu… bisa-bisa Jin tidak akan mengerjakan tugas yang lain karena pusyiiiing memenuhi asa Anda.

Kembali kepada 3 permintaan tersebut… sudah? Baiklah lihat masing-masing 3 daftar permintaan Anda. Bisakah kita golongkan 3 permintaan itu dalam 3 hal; (1) Meminta untuk keinginan diri sendiri meski kadang kala tidak realistis dengan potensi dan kondisi Anda; (2) Meminta sesuai dengan realita, bahkan mungkin meminta untuk orang lain; (3) Meminta sesuai dengan aturan, norma sosial atau ajaran agama Anda, baik realistis maupun tidak realistis (menurut subyektif kita). Contoh golongan yang pertama: Saya ingin kaya rasa dan masuk surga, meskipun kita malas bekerja dan beribadah. Contoh golongan kedua: Saya ingin membahagiakan orang tua saya dengan gaji saya. Contoh golongan ketiga: Saya pingin naik haji dan membantu anak yatim.

Baca Juga:   SMP Muhammadiyah Tanah Grogot Torehkan Prestasi

Dalam Psikologi, yang pertama adalah dorongan/ keinginan diri sendiri, baik realistis maupun tidak realistis disebut sebagai id. Yang kedua, keinginan realistis yang sesuai dengan potensi diri sendiri itulah yang disebut sebagai ego. Dan yang ketiga, sesuai dengan norma sosial atau ajaran agama, itulah yang disebut sebagai super ego. Maka ketiga jenis struktur kepribadian itu yang akan menentukan pribadi Anda. Manakah yang mendominasi kepribadian Anda berdasarkan 3 daftar permintaan itu?

Huwallahu a’lam bi showab.

Sumber: Majalah SM Edisi 02 Tahun 2020