Kisah Relawan Muhammadiyah, Tempuh 15 KM Pikul Bantuan untuk Warga Sulbar

Kisah Relawan Muhammadiyah
Foto Dok Istimewa

MAJENE, Suara MuhammadiyahRelawan Muhammadiyah terus berkiprah dalam respon gempa yang mengguncang beberapa daerah di Sulawesi Barat. Melalui One Muhammadiyah One Respon, berbagai sumberdaya dikerahkan Muhammadiyah baik memberikan bantuan logistik hingga tim medis untuk para penyintas.

Perjuangan Relawan Muhammadiyah saat ini belum surut meskipun harus menghadapi tantangan yang sangat berat. Relawan Muhammadiyah terus bersemangat untuk saling tolong menolong (ta’awun) sebagai etos Muhammadiyah.

Seperti dilakukan para Relawan Muhammadiyah di Majene, Sulawesi Barat. Para Relawan harus jalan kaki memikul donasi bantuan untuk mencapai daerah pelosok dengan melewati jalur terjal dan pengunungan dengan jarak tempuh puluhan kilometer.

“Teman-temam membawa bantuan ke desa terjauh Kecamatan Malunda, yakni Desa Salutahongan dan harus ditempuh dengan berjalan kaki berjarak 15 km,” tutur Irwan J, pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Majene, Rabu (20/1/2021).

Gempa yang terjadi pada pekan lalu mengakibatkan terjadinya longsor menutupi akses jalan Desa Salutahongan, Kecamatan Malunda, Majene.

Putusnya akses jalan ini membuat ratusan warga yang berjumlah ratusan kepala keluarga di desa itu terisolir beberapa hari pasca gempa. Kondisi ini mengetuk hati para relawan untuk bergerak dan menembus desa itu untuk memberikan bantuan demi meringankan beban para warga.

Irwan mengungkapkan, sebelum penyaluran bantuan, relawan melakukan pendataan titik posko pengungsian di Kecamatan Malunda. “Sekiranya ada ratusan KK dan ribuan jiwa yang dilayani posko, kami masih terus melakukan pendataan terkait data realnya,” ujarnya

Bantuan yang disalurkan berupa bahan pokok, air minum, kebutuhan bayi, tikar, obat-obatan, sayur-mayur, dan kebutuhan lainnya. Bantuan tersebut datang dari pimpinan daerah muhammadiyah di berbagai daerah.

Posko Relawan Muhammadiyah di Majene berada di Kecamatan Malunda, salah satu kecamatan yang menjadi episentrum gempa 6,2 SR.

Baca Juga:   Intelektual Muhammadiyah Harus Kembangkan Karya Berbahasa Inggris

Posko tersebut juga merupakan pusat layanan Bantuan Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) Sulawesi Barat dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Muhammadiyah Youth Preparedness Command).

Rencananya, Relawan Muhammadiyah Majene juga akan membuat posko ke dua di Salutambung, Kecamatan Ulumanda agar bantuan terdistribusi merata. (trn/riz)