GRASS, Gerakan ‘Aisyiyah Sehat Lanjutkan Penanggulangan TBC secara Mandiri

Gerakan ‘Aisyiyah Sehat Lanjutkan Penanggulangan TBC secara Mandiri
Gerakan ‘Aisyiyah Sehat Lanjutkan Penanggulangan TBC secara Mandiri

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka keberlanjutan program penanggulangan TBC Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan konsolidasi dan penguatan Gerakan ‘Aisyiyah Sehat (GRASS).

Jumat, 15 Januari 2021 Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah DIY secara daring melalui Virtual Zoom Meeting dihadiri oleh 152 peserta perwakilan dari Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah se-DIY, Pimpinan Harian PWA DIY, Anggota Majelis Kesehatan DIY dan juga dihadiri oleh Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Warsiti.

Kegiatan dibuka dengan Sambutan Ketua PWA DIY Hj Siti Zulaihah yang menyampaikan ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta melanjutkan secara mandiri dalam melaksanakan penanggulangan TBC, masuk ke dalam program Majelis Kesehatan untuk Penanggulangan Penyakit Menular (PPM) dalam Gerakan ‘Aisyiyah Sehat (GRASS).

Kader TBC ‘Aisyiyah tetap melaksanakan tugasnya dengan sinergi Lintas Majelis bersama Majelis Tabligh, Majelis Kesejahteraan Sosial, Majelis Hukum dan HAM dan Majelis lainnya.

Enam belas tahun bersama GF memberikan pelajaran yang begitu banyak. Secara mandiri ‘Aisyiyah DIY akan mengoptimalkan potensi lembaga atau pihak internal yang cukup banyak diantaranya LazisMu, UNISA, UAD, UMY, RS PKU, Klinik ’Aisyiyah Muhammadiyah, dsb.  dan juga berjejaring dengan pihak eksternal.

Materi pertama bertajuk Penguatan Gerakan ‘Aisyiyah Sehat (GRASS)  dipaparkan oleh Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dra. Chairunnisa, M.Kes. Dirinya menekankan bahwa strategi keberlanjutan program TBC melalui integrasi dalam GRASS, yaitu dengan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan setiap individu khususnnya warga ‘aisyiyah untuk hidup sehat agar meningkatkan derajat kesehatan.

Tujuan GRASS adalah meningkatkan pemahaman, kesadaran, kemauan, dan kemampuan setiap individu dan kelompok masyarakat untuk hidup sehat dalam bingkai nilai nilai islam.

Materi kedua yaitu Dukungan AUA/AUM untuk Penguatan Program Kesehatan Komunitas dipaparkan oleh Wakil Rektor II UNISA Yogyakarta Yuli Isnaeni, S.Kp., M.Kep.

Baca Juga:   IGABA Sleman Tak Lelah Mengabdi untuk Bangsa dan Persyarikatan

Yuli menyampaikan bahwa setiap Amal Usaha Aisyiyah-Muhammadiyah, harus berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rasul Nya, bergerak membangun disegala bidang dan lapangan. Jenis amal usaha meliputi berbagai bidang yaitu : bidang kesehatan, bidang pendidikan, Kesejahteraan sosial dan ekonomi.

Dukungan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah untuk Program Majelis Kesehatan periode 2020-2024 diantaranya terdapat tiga bentuk. Pertama, Policy brief dosen untuk advokasi bidang kesehatan ke pemda/dinas terkait/anggota dewan/dll untuk isu TBC, stunting, kespro.

Kedua, Kebijakan PTMA-UNISA untuk integrasi TBC dalam Kurikulum Prodi,  Daerah Binaan UNISA harus bekerja sama dengan Aisyiyah, KKN, magang/PKL, praktek kesehatan komunitas. Ketiga, pengabdian Kepada Masyarakat oleh Mahasiswa : Pojok TBC di klinik/komunitas/rumah aman TBC dan sebagainya. (Rakhma)