FIKTI UMSU Dorong Mahasiswa Menjadi StartUp Muda

FIKTI UMSU Dorong Mahasiswa Menjadi StartUp Muda
FIKTI UMSU Dorong Mahasiswa Menjadi StartUp Muda

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mendorong mahasiswa menjadi StartUp Muda, Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara kembali menggelar seminar teknologi IT. Kali ini FIKTI UMSU bekerjasama dengan Telkom dan DILO (Digital Innovation Longe) Indonesia mengusung tema : How to Find StartUp Ideas with IoT (Internet of Things) Application.

Seminar yang berlangsung dengan media zooming itu, Sabtu (23/1) dibuka secara resmi oleh Sekretaris FIKTI-UMSU Lutfi Basit. Seminar yang diikuti lebih 200 peserta yang berasal dari dosen dan mahasiswa FIKTI-UMSU itu dipandu oleh Yoshida Sary M.Kom dengan menghadirkan GM Kurikulum DILO Indonesia, Hadi Santoso serta Senior Engineer IoT Telkom Indonesiam Fariz Alemuda.

Perkembangan StartUp di Dunia

Sekretaris FIKTI UMSU, Lutfi Basit pada pembukaan seminar itu menjelaskan bahwa saat ini Indonesia menjadi laham subur pertumbuhan startup dan menempati ranking 5 tahun 2019 setelah Amerika, India, Inggris,dan Kanada. Posisi Indonesia itu sebut Lutfi, merupakan peluang besar bagi mahasiswa yang menekuni bidang komputer dan teknologi Informasi.

Untuk itulah FIKTI UMSU menggelar seminar dengan judul yang dibutuhan bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Dijelaskan, FIKTI adalah fakultas yang baru di UMSU dari 9 fakultas yang ada. Salah satu yang mendasari dibukanya FIKTI adalah keinginan UMSU untuk terlibat dalam pembangunan bangsa melalui aspek teknologi informasi dengam menyiapkan tenaga terdidik.

Sekretaris FIKTI UMSU itu berharap kerjasama dengan Telkom dan DiLo ini tidak berhenti sampai di sini tapi berkelanjutan, karena sesuai dengan program MBKM maka fakultas harus memiliki hubungan yang erat dengan perusahaan untuk meningkatkan kualitas lulusan. Lutfi berharap, DiLo bisa menjadi salah satu tempat magang bagi mahasiswa FIKTI yang akan mulai program magang tahun depan

Baca Juga:   Siti Noordjannah Resmikan Gedung Taman Penitipan Anak ‘Aisyiyah Nganjuk

DiLo merupakan wadah atau tempat talent, startup & komunitas berkolaborasi membangun mimpi di dunia digital melalui program pre-startup development, digital professional talent dan digital community development.

Hadi Santoso GM Kurikulum DiLo Indonesia menjelaskan peran yang dilakukan dalam upaya mendorong pada generasi milenial Indonesia untuk tumbuh dan berkembang menjadi StartUp muda. Kata Hadi, DiLo saat ini ada di 17 kota di Indonesia, termasuk Medan dengan member sebanyak 47 startup. Kerjasama dengan perguruan tinggi seperti UMSU yang memiliki Fakultas Ilmu Kompyter dan Teknologi Informasi menjadi bagian dari program DiLo. Banyak kerjasama yang bisa dilakukan antara DiLo dengan UMSU, kata Hadi Santoso.

Diharapan lebih 200 peserta seminar Hadi Santoso secara detail menjelaskan revolusi industri yang terjadi mulai revolusi industri 1.0, 2.0 hingga 4.0 yang sedang berkembanga hingga perkembangan revolusi industri 5.0 ke depan. Kehadiran industri 4.0 telah menjadi peluang besar bagi generasi milenial untuk membuka lapangan pekerjaan sebagai statup. ” Mulailah bermimpi, tentukan apa yang harus kamu lakukan dan lakukan kolaborasi,” pesan Hadi Santoso.

Bila beberapa tahun lalu, anak muda ketika ditanya ingin jadi apa setelah selesai kuliah ? Maka jawabah yang dominan adalah menjadi pegawai negeri atau karyawan swastaa. Tapi hari ini, jawaban mereka sudah bergesera jauh, karena menjadi startup menjadi pilihan menarik.

Menjadi StartUp hari ini tidak sulit karena infrstruktur sudah tersedia, tinggal seperti apa Anda memulai usaha yang akan dilakukan. Infrastruktur hari ini ( internet ) sudah menjadi bagian dari strategi bisnis yang Anda lakukan. Bedanya, dulu internet adalah support tapi hari ini menjadi strategi.

Hadir Santoso, memberi berbagai contoh bagaimana kehidupan hari ini sudah tidak bisa lepas dari layanan digital, termasuk urusan pengembangan kolam ikan, ternak ayam sampai persoalan liftstyle.

Baca Juga:   Suara Hillary Lebih Banyak, Mengapa Trump yang Menang?

Hadir mengingatkan, semua produk yang ingin dihasilkan oleh para pemula harus ingat bahwa semua produksi harus memiliki value. Value yang dihasilkan harus mampu memenuhi kebutuhan konsumen dan menyolusi.

Sementara itu, Fariz Alemuda, teknisi Telkom Indonesia menjelaskan seputar Internet of things dan menjelaskan apa yang diberikan Telkom untuk membangun teknologi digital Indonesia. Fariz menjelaskan Telkom Indonesia memiiki komitmen untuk terus mendorong startup muda Indonesia untuk terus berkembag.

Wibinar FIKTI-UMSU yang berlangsung selama tiga jam itu ditandai dengan berlangsungnya diskusi dengan peserta. (Syaifulh/Riz)