Kartu Kuota Belajar UMY Permudah Perkuliahan Online

Kuota Belajar UMY Permudah Perkuliahan Online
Kuota Belajar UMY Permudah Perkuliahan Online

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Adanya Kuota Belajar UMY untuk mendukung pelaksanaan perkuliahan online di masa pandemi dan memudahkan mahasiswanya dalam melaksanakan kewajibannya. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkolaborasi dengan Indosat Oredoo meluncurkan Kartu Kuota Belajar UMY. Peluncuran Kartu Kuota Belajar UMY dilaksanakan pada Kamis (21/1) dalam acara BEM dan DPM Menyapa, di Loby Rektor gedung AR. Fakhruddin A lantai 1 kampus terpadu UMY. Kegiatan ini juga dilakukan secara daring.

Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP, IPM dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan dilaksanakannya kerjasama ini, mahasiswa bisa melaksanakan perkuliahan online tanpa harus mengeluarkan banyak kuota. “Harapannya dengan adanya program ini mahasiswa bisa melakukan perkuliahan online secara nyaman dan tidak menghabiskan banyak kuota bahkan gratis. Melalui kerjasama antara Indosat dengan UMY dengan memberikan Kartu Kuota Belajar. Kartu tersebut nantinya akan ada logo indosat dan UMY,” ujar Gunawan.

Gunawan juga menyampaikan bahwa nantinya mahasiswa tidak perlu membayar untuk mendapatkan Kartu Kuota Belajar UMY, karena sudah masuk dalam kebijakan kampus. Kartu Kuota Belajar UMY akan dibagikan kepada mahasiswa menjelang semester genap dimulai, yakni pada bulan Februari di kampus terpadu UMY setelah mahasiswa melakukan registrasi untuk semester genap Tahun Akademik 2020/2021.

“Mahasiswa tidak perlu membayar untuk mendapatkan kartu ini, karena sudah masuk dalam kebijakan kampus, dan akan kami bagikan secara gratis kepada mahasiswa UMY. Hal ini kami lakukan sebagai langkah konkret UMY untuk memfasilitasi mahasiswa dalam pelaksanaan perkuliahan online,” jelas Gunawan lagi.

Cara Akses Kuota Belajar UMY

Kartu Kouta Belajar UMY tersebut akan dibagikan kepada semua mahasiswa aktif UMY dengan kuota 20 GB perbulan. Mahasiswa yang berada di Yogyakarta dan sekitarnya bisa langsung mengambil kartu tersebut ke UMY. Sedangkan bagi mahasiswa yang berada di luar Yogyakarta dan sekitarnya, dapat membeli kartu Indosat atau yang sudah menggunakan kartu Indosat untuk memberitahukan nomornya di hotline layanan akademik (0813-2807-3713 atau 0858-8811-6627) dan laman krs.umy.ac.id.

Baca Juga:   Drijowongso, Hatinya Luluh Karena Amal Nyata Muhammadiyah

Berdasarkan surat edaran yang telah di keluarkan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang menetapkan bahwa perkuliahan semester genap 2020/2021 dilakukan secara online dan kegiatan perkuliahan offline diijinkan untuk kegiatan praktikum, skill lab, juga praktik lahan yang dilakukan oleh sebagian fakultas yang ada di UMY. Dalam acara BEM & DPM Menyapa tersebut, Gunawan juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak boleh menghalangi masa studi mahasiswa.

“Pandemi tidak boleh menghalangi masa studi mahasiswa, karena apabila mengalami stagnasi pembelajaran selama 3 tahun kita tidak bisa berfikir bagaimana kualitas mahasiswa selama 3 tahun ini yang akan terjadi,” tuturnya. Dalam menghadapi dan menjawab tantangan pandemi, UMY juga telah membuat kebijakan-kebijakan. Selain memberikan Kartu Kuota Belajar secara gratis, UMY juga memberikan kebijakan biaya kuliah tanpa syarat yang rumit serta pemotongan biaya kuliah bagi mahasiswa aktif berupa potongan biaya SPP tetap sebesar 10%, pembebasan biaya UKK (Unit Kegiatan Mahasiswa), pembebasan biaya bandwith, dan pembebasan biaya listrik.

Adapun acara BEM & DPM Menyapa ini menjadi salah satu bentuk follow up atau tindak lanjut dari aspirasi mahasiswa yang telah diterima BEM maupun DPM itu sendiri. Presiden Mahasiswa UMY Yunanto mengatakan, acara ini merupakan salah satu bentuk keterbukaan informasi, ruang diskusi, serta menjadi tindak lanjut audiensi yang telah di laksanakan sebelumnya.

Menambahkan Yunanto, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa UMY Supriyadi juga mengatakan bahwa follow up dari audiensi ini setidaknya menjadi pertimbangan dari kebijakan-kebijakan yang akan di keluarkan kampus dalam menyejahterakan mahasiswanya. “Sebagai bentuk tindak lanjut dari keluhan mahasiswa yang mengeluh bahwa selama pandemi ini, mereka menghabiskan banyak kuota untuk perkuliahan online,” imbuh Supriyadi. (RM)