Perilaku Bersyukur

Perilaku Bersyukur
sujud sebagai tanda syukur dan tanda kerendahan hati atas semua anugerah-Nya

Perilaku Bersyukur

Oleh DR Masud HMN

Menjadikan Pola hidup sederhana dengan substansi perilaku bersyukur diselaraskan dengan qanaah yang sering dikaji diulas dan diseminarkan. Kenyataannya mudah diucapkan tapi berat dilaksanakan. Perilaku korupsi misalnya bukanlah pola hidup sederhana dan bukan bersyukur dan jauh dari sikap qanaah. Celakanya perilaku tidak bersyukur itu kian meraja lela saja.

Tidak berlebihan kalau dinyatakan bumi tanah dan kandungan isinya cukup mampu mensejahterakan bangsa ini, tetapi tidak cukup bahkan menjadi kurang oleh karena perilaku tamak dan korupsi. Memasuki tahun 2021 ini, mungkin ada baiknya kita menyadari ajaran syukur dan qanaah dilaksanakan seperti anjuran ajaran agama.

Syukur

Berdasar etimologi kata syukur berasal dari kata Syukr dengan makna penuh, lebat atau rimbun.

Oleh Ahmad ibn Faris kata Syukr diartikan dengan bahagia. Dalam bukunya Muhadharah ia membentangkan pengertian atau secara terminologi bahwa sesungguhnya syukr upaya menunjukkan nikmat kebahagiaan ke permukaan bumi yang telah dberikan oleh Allah SWT.

Lawan kata atau contrary meaning dalam ilmu bahasa atau makna kata berlawanan makna kata Syukr lawan dari fakara tidak bersyukur.

Bentuk lain kata syukr adalah kata yaskur (fiil mudharik). Yaitu perilaku yang dilaksanakan beketerusan namun masih banyak yang kurang mampu.

Dalam kaitan tingkat pelaksanaan Syukr termasuk satu tingkat lebih tinggi dari perilaku berterima kasih. Karena mengejawantahkan perilaku bersyukur beterima kasih seraya berlaku mengembangkan kebahagiaan untuk sesama. Perilaku bersukur berterima kasih, juga membagi rasa kebahagiaan tidak hanya pada diri sendiri tapi juga kepada sesama.

Hidup Sederhana

Kemudian kalau kita hubungkan secara padanan bahasa Kata syukr bisa dipadankan dengan qanaah. Mengingat kata yukur berkelindan atau berkaitan dengan makna qanaah yaitu menerima.

Baca Juga:   Menyebar Damai

Qanaah berarti menerima dengan rasa penuh ikhlas dan tanpa iri. Di sisi lain sikap menerima itu dilandasi tanpa henti dan tetap berusaha. Artinya sikap nerima bukan dengan sikap pasif tanpa berbuat apa apa. Tidak demikian.

Sikap qanaah difahamkan sebagai sikap hidup sederhana dalam kemampuan. Sesuai dengan keadaan, tidak berlebihan. Bukan sikap tanpa batas atau suka berlebih-lebihan, ambisi tinggi, dan tamak.

Dari paparan diatas, dalam tahun 2021 yqng kita masuki ini ada dua sikap yaitu perilaku bersyukur dan qanaah menjadi penting dan merupakan jalan keluar dari pola ketidakberesan yang menimpa masyarakat kita. Sikap tidak bersyukur membuat kufur, lupa diri. Unsur ini menjauhkan kita dari ketenangan, kebahagiaan hidup. Hal ini dinyatakan dalam hadis Rasulullah berikut,

Dan jadilah kamu bersikap qanaah maka dengan demikian kamu menjadi manusia yang banyak bersyukur (hadits diriwayatkan Thirmizi)

Maka tidak qanaah berarti tidak bersyukur. Meningalkan sykur identik meninggalkan kesederhanaan. Pada sisi yang sama ada iri hati yang membawa kita ke dalam melapetaka. Ambisius, tamak dan dengki. Ringkasnya membawa persoalan yang tidak diinginkan.

Seperti menjauhkan masyarakat dari keridhaan Ilahi. Jauh dari nikmat dan perlindunganNya serta akan ditimpakan azab yang pedih, Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an

Jika kamu bersyukur akan kutambah nikmat Ku, Tetaoi kalau kamu kufur ingatlah azabKu sangat pedih (Ibrahim ayat 7)

Sebagai penutup maka sikap syukur dan qanaah menjadi relevan untuk kita ambil maknanya. Kemudian diaplikasikan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Harapannya supaya bangsa kita ini mendapatkan perlindungan dan curahan nikmat serta ampunan dari Allah SWT. Semoga

DR Masud HMN, Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta