Sinergi Empat PDM Hidupkan Kembali Pesantren Baitul Arqam Kerasaan Simalungun

Sinergi Empat PDM Hidupkan Kembali Pesantren Baitul Arqam Kerasaan Simalungun
Sinergi Empat PDM Hidupkan Kembali Pesantren Baitul Arqam Kerasaan Simalungun

SIMALUNGUN,  Suara Muhammadiyah  – Empat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Simalungun, Pematang Siantar, Tebing Tinggi dan Asahan, serta Alumni Bertekad Aktifkan Kembali Pesantren Baitul Arqam di Kerasaan Simalungun Sumatera Utara, Ahad (24/1).

Ketua PDM Simalungun Tugio SAg sengaja mengundang 3 Pimpinan Daerah Muhammadiyah, dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara serta alumni untuk secara serius membahas keberadaan Pesantren Darul Arqam yang berdiri sejak tahun 1984 dan kondisinya sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 2015, alias tidak ada aktifitas belajar mengajar selama kurang lebih 6 tahun.

Ketua Alumni Darul Arqam Muslim, SAg menyampaikan, alumni berkomitmen untuk menghidupkan pesantren kembali. “Kami sudah mengadakan reuni sebanyak 2 kali. Progressnya kami menghimpun dana dan alhamdulillah kawan-kawan merespon, hingga terkumpul dana 29 juta sampai hari ini,” tuturnya.

Sementara itu Ustadz Lumibra Butar-butar yang juga merupakan alumni Pesantren Darul Arqam Kerasaan Tahun 1997, megajak alumni dan warga Muhammadiyah Simalungun untuk menghidupkan kembali Pesantren Darul Arqam.

Ia menyebutkan, ada 4 (empat) hal yang pasti akan dihisab ditanyakan di akhirat kelak, yakni tentang umurmu, ilmumu, hartamu didapat darimana dibelanjakan kemana, tubuhmu kamu pergunakan untuk apa?

Menurutnya, jika keempat hal tersebut kita gunakan untuk Bermuhammadiyah, Insyallah maka selesailah 4 pertanyaan itu diakhirat.

“Ayo bapak/ibu berinfaqlah mulai sekarang untuk membantu menghidupkan kembali Pesantren Darul Arqam ini” ujarnya.

Sedangkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Dr. dr. Kamal Basri Siregar, M.Ked (Surg), Sp.B(K)Onk mengungkapkan, bahwa ada 172 Universitas PTMA, 13 Fakultas Kedokteran, bahkan 5 yang terakreditasi A.

“Namun ironisnya alumninya tidak begitu banyak yang keliatan berbuat dan Bermuhammadiyah ditengah-tengah masyarakat,” katanya.

Tetapi jika alumni Muhammadiyah yang dilahirkan dari pesantren Muhammadiyah alumninya banyak yang berbuat dan Bermuhammadiyah di tengah-tengah masyarakat.

“Ayolah sama-sama kita besarkan kembali pondok-pondok pesantren Muhammadiyah, yang sudah terbukti melahirkan cikal-bakal kader-kader Muhammadiyah” tutupnya. (Syaifulh/Riz)

Baca Juga:   Renovasi Sanitasi Pesantren Muhammadiyah, Lazismu Kerja Sama Wardah