6 Jalan Meraih Berkah

indahnya bersabar

Enam Jalan Meraih Berkah

Oleh Bahrus Surur-Iyunk

 

Keberkahan itu hanya milik Allah. Tidak ada yang namanya “barakah ulama”, “barakah NU”, “barakah Muhamamdiyah”, “barakah guru”, “barakah orang tua”, dan sebagainya. Barakah atau keberkahan itu hanya dari Allah. Bisa jadi keberkahan itu bisa hadir lantaran doa seseorang atau karena semua orang membangun suasana yang “kondusif’ untuk diturunkannya berkah. Berkah bisa dihadirkan oleh Allah ketika seseorang aktif berdakwah melalui Muhammadiyah.

Karenanya, keberkahan bukanlah sesuatu yang tidak bisa diupayakan. Berkah bisa diraih dengan beberapa cara. Setidaknya ada lima cara yang bisa menurunkan berkah dari Allah. Pertama, berkah akan diturunkan manakala semua perilaku dan kegiatan yang kita lakukan itu didasarkan pada keimanan dan ketakwaan. Allah berfirman,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96).

Kedua, beramal saleh dan berikhtiar memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan semua makhluk-Nya. Allah berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Ketiga, berkah akan melimpah manakala setiap perkerjaan dimulai dengan menyebut nama Allah (membaca bismillah), karena pada hakikatnya Dia-lah pemilik seluruh alam semesta ini. Rasulullah pernah mengingatkan, “Berkumpullah kalian atas makanan dan sebutlah nama Allah, maka Allah akan memberikan keberkahan pada kalian di dalamnya.” (HR. Abu Daud, Imam Ahmad dan Ibnu Majah).

Baca Juga:   Aku Nggak Gila!

Keempat, berkah juga akan hadir ketika seseorang menyegerakan diri dalam kebaikan dan membuang rasa malas di pagi hari. Rasulullah mendoakan keberkahan bagi orang-orang yang menyegerakan diri dan bersemangat di pagi hari dalam meraih sukses melalui doanya, “Ya Allah, berkahilah umatku yang (bersema­ngat) di pagi harinya.” (HR. Abu Daud).

Kelima, berkah juga akan didatangkan oleh Allah kepada semua orang yang berlaku jujur dan melayani saudaranya dengan baik dan ikhlas. Terutama kepada Anda yang bergelut di dunia bisnis. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah pernah bersabda, “Penjual dan pembeli itu diberi pilihan selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya jujur dan menjelaskan (kondisi barangnya), maka keduanya diberkahi dalam jual belinya. Namun bila keduanya menyembunyikan dan berdusta, maka akan dihilangkan keberkahan jual beli keduanya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Keenam, berkah juga bisa dihadirkan dengan banyak berdoa kepada Allah. Dalam kajian filsafat agama, Islam termasuk agama teistik, yaitu agama yang meyakini bahwa Tuhan itu tidak pernah tidur dan senantiasa mengatur keberlangsungan alam semesta ini. Bahwa apa yang terjadi di dunia akan terjadi dan berubah sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, doa bisa mengubah nasib seseorang sesuai dengan kehendak-Nya. Apalagi hanya sekedar masalah berkah.

Pada tingkat tertentu, keberkahan tidak selalu bersifat definitif dalam arti selamat, tetap, langgeng, baik, bertambah, dan tumbuh. Keberkahan juga berarti puas dan rela dengan pemberian dan pembagian yang diberikan oleh Allah. Dalam kategori ini orang-orang yang mendapatkan keberkahan juga merasakan hidup dengan perasaan nyaman, damai dan bahagia.

Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah menguji hamba dengan pemberian-Nya. Barang siapa yang rela dengan pembagian Allah terhadapnya, maka Allah akan memberikan keberkahan baginya dan akan memperluasnya. Dan barang siapa yang tidak rela, maka ia tidak akan mendapatkan keberkahan.” (HR. Ahmad). Wallahu a’lamu.

 

Baca Juga:   Pada Suatu Hari

Penulis adalah Guru SMA Muhamamdiyah I Sumenep.