PCM Besuki, Bangkit setelah Tertimpa Musibah

BTM Amanah PCM Besuki
BTM Amanah PCM Besuki Dok SM

PCM Besuki, Bangkit setelah Tertimpa Musibah

Sudah sejak lama, Suara Muhammadiyah menjadi tempat untuk berkunjung berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari berbagai daerah, juga dari pimpinan Ranting dan Cabang. Biasanya, selain sebagai penguat tali silaturahmi, kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai forum untuk menggalai ilmu dan memperdalam kemuhammadiyahan. Baru-baru ini, dalam rangka untuk penguatan dakwah jamaah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Besuki, Tulungagumg, Jawa Timur, berkunjung ke Grha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta.

Rombongan yang berjumlah lebih kurang 50 orang tersebut, ditemui langsung oleh Haedar Nashir Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah. Dalam tausiyahnya, Haedar menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan juga atas kiprah dan perjuangan mereka di akar rumput. “Semangat bapak dan ibu semua patut kita tiru. Sebab perjuangan sejati Muhammadiyah ada di Cabang dan Ranting,” ucapnya. Selebihnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah ini lebih banyak memberi memotivasi dan nasehat dalam berorganisasi bermuhammadiyah.

PCM Besuki sendiri terdiri memilikii 13 Ranting dari 10 desa yang ada, dan terletak di daerah pegunungan Tulungagung. “Tempat kami sangat jauh Pak,” kata Supangat Wakil Ketua PCM Besuki kepada Suara Muhammadiyah. Sedang sekolah yang mereka miliki baru empat TK ABA, satu MI Muhammadiyah, dan satu SD Muhammadiyah yang baru berusia 8 tahun. “SD baru meluluskan 2 periode alumni,” sebut Supangat.

Kegiatan lain yang cukup ramai, sambung Supangat, adalah pengajian yang digawangi oleh Pemuda Muhammadiyah Besuki. “Setiap seminggu sekali pengajian diadakan di masjid-masjid Ranting secara bergiliran. Alhamdulillah selalu ramai,” ujarnya.

PCM Besuki Bangkit dari Musibah

Paling menggembirakan dari PCM Besuki ini, adalah keberadaan BTM Amanah yang sudah sejak tahun 1999 mereka kelola. Sebab, BTM ini kini berubah menjadi besar dengan omset yang besar pula walau sebelumnya pernah mengalami kebangrutan. Persisnya, Supangat menceritakan, pada 2011 bangunan BTM habis dilalap si jago merah. Tapi PCM Besuki tidak patah arang dan kemudian membeli lahan baru dan mendirikan lagi bangunan dengan dengan dana seadanya. Hingga kemudian dari BTM Amanah lahir 3 unit toko ritail yang sangat menjajikan dan makin mempermudah gerak dakwah jamaah yang dilakukan oleh PCM Besuki. Toko itu bernama Toserba (toko serba ada) Amanah.

Baca Juga:   Indonesia akan menjadi Pusat Peradaban Islam

“Alhamdulillah Toserba Amanah bisa bersaing dengan retail yang lain. Rata-rata omset Toserba Amanah perhari mencapai 15 sampai 17 juta. Ada satu toserba yang rata-rata perharinya mencapai 30 sampai 40 juta. Kalau malam lebaran, perhari bahkan bisa mencapai omset 130 sampai 140 juta,” terang Supangat.

Dari hasil itu, tiap bulan PCM memberikan tambahan gaji untuk guru-guru Muhammadiyah di sana, menyantuni fakir miskin, dan memberikan beasiswa kepada anak-anak usia sekolah. “Paling terasa adalah kemandirian. Dulu kami serba sulit sebab untuk melakukan sebuah kegiatan kami harus iuarn terlebih dahulu. Sekarang insya Allah, kegiatan apapun bisa kita laksanakan,” tutur Wakil Ketua PCM Besuki ini. (gsh)

Sumber: Majalah SM Edisi 7 Tahun 2019