Pahami Filosofi Tanam Padi dalam Mendidik Anak

SLEMAN, Suara Muhammadiyah-Hobi utama guru adalah mendidik dan mengajar. Mendidik anak ibarat tanam padi. Semangat dalam mendidik dan mengajar itu mengacu pada al-Qur’an maupun Hadis Rasulullah SAW. Qur’an surah An-Nisa ayat 9 tentang antisipasi generasi penerus yang lemah haruslah menjadi perhatian utama Guru. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Depok, Drs. H.M Jumiran, M.Pd dalam acara acara pembinaan Guru Karyawan dan perpisahan purna tugas Drs. Sudarmaji di SMP Muhammadiyah 2 Depok.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh generasi muda Islam adalah lemah ilmu, lemah fisik, lemah harta, apalagi lemah akhlak dan iman. “Bapak dan Ibu sebagai pengelola sekolah Muhammadiyah, mari kita tunjukkan nilai plus sekolah Muhammadiyah utamanya dalam penanaman dan pembiasaan akhlak mulia pada peserta didik,” tambahnya. Ketua PCM Depok yang juga pensiunan Kepala Sekolah SMAN 5 Yogyakarta ini mengatakan pentingnya memahami filosofi tanam padi bagi pengelola pendidikan.

“Dengan menanam padi, rumput pun ikut tumbuh, artinya ketika kita menanam keimanan dan membiasakan akhlak terpuji pada siswa, insyaAllah prestasi dunia akan mengikuti,” jelasnya. Apabila Guru mampu mendidik dan mengajar dengan penuh profesionalisme dilandasi rasa ikhlas, maka ilmu yang diajarkan pada siswa menjadi amal jariyah hingga sang Guru tersebut di akhirat. Seperti yang disabdakan Rasulullah Saw bahwa salah satu amal yang tidak terputus meski seseorang telah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat. (Ganjar Rachmawan Adiprana)

Baca Juga:   Prof Siti Zuhro: Demokrasi Memberikan Peluang Bagi Siapapun untuk Memilih dan Dipilih