67 Dosen Baru UMLA Teken Kontrak Komitmen Bermuhammadiyah

67 Dosen Baru UMLA Teken Kontrak Komitmen Bermuhammadiyah
67 Dosen Baru UMLA Teken Kontrak Komitmen Bermuhammadiyah

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 67 dosen dan tenaga kependidikan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menanda tangani kontrak komitmen bermuhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung di aula UMLA dengan prokes yang ketat (18/2/2021)

Kegiatan penanda tanganan kontrak komitmen bermuhammadiyah ini dilaksanakan setelah peserta dinyatakan lulus. Baitul Arqom dilaksanakan selama tiga hari (16-18 Februari 2021)

Sebelum kontrak komitmen bermuhammadiyah ini ditanda tangani,  para peserta membacakan ikrar yang disaksikan langsung oleh rektor UMLA Drs H Budi Utomo, M.Kes dan ketua MPK PDM Lamongan Fathurrahim Syuhadi, SE.MM.

Turut menyaksikan juga wakil rektor satu Dr. H Masram, MM. M.Pd,  wakil rektor dua H Alifin, SKM, M.Kes,  wakil rektor tiga HM Bakri Priyo Dwi Atmaji, S.Kep, M.Kep. Seluruh dekan dan kaprodi di lingkungan UMLA

Menurut Ketua MPK PDM Lamongan, Fathurrahim Syuhadi bahwa pelatihan Baitul Arqom di UMLA yang pertama kali ini dilaksanakan secara blanded (luring dan daring). Dengan tema “Kebersamaan dalam Ukhuwah Melawan COVID-19 untuk Mencerahkan Semesta”.

“Karena kegiatan ini tidak menginap, maka tugas mandiri dilakukan di rumah masing-masing. Seperti shalat lail, tadarus, outbond, dan tugas lainnya. Semua dalam pengawasan instruktur melalui media social yang ada”, jelas Fathurrahim Syuhadi alumni Darul Arqom dan Pelatihan Instruktur Nasional (Dapinas) tahun 2019.

Enam butir kontrak komitmen bermuhammadiyah yang harus ditanda tangani para dosen yang dinyatakan lulus Baitul Arqom. Isi komitmen tersebut adalah,

Pertama, akan beribadah sesuai dengan pedoman HPT (Himpunan Putusan Tarjih) dan PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah).

Kedua, melaksanakan sholat berjama’ah di masjid / musholla yang dikelola oleh Persyarikatan Muhammadiyah setempat.

Ketiga, aktif mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Muhammadiyah setempat.

Keempat, siap membantu  pengembangan Persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah setempat

Baca Juga:   Pererat Silaturrahim Walikota Pekanbaru Kunjungi PW Muhammadiyah Riau

Kelima, sanggup melaksanakan dan menaati kebijakan Pimpinan Persyarikatan, dan Universitas Muhammadiyah Lamongan

Keenam, Sanggup melaksanakan RTL (Rencana Tindak Lanjut).

Dalam sambutan H Alifin, SKM, M.Kes selaku ketua panitia bahwa berorganisasi itu penting. Ia mengutip pernyataan Ali bin Abi Tholib “Al-haqqu bilaa nidhomin yaghlibuhul baathilu binidhom, artinya kebenaran bila tidak terorganisir akan dapat dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir.”

Lanjut Alifin, untuk itu para dosen dan tenaga tendik ini setelah mengikuti Baitul Arqom harus aktif berorganisasi melalui peryarikatan Muhammadiyah dan ortomnya.

Selanjutnya ia menyampaikan “Muhammadiyah bukan agama, melainkan organisasi masyarakat Islam, seperti ormas Islam yang lainnya. Oleh karena itu kita harus selalu memperkuat ukhuwah Islamiyyah. Muhammadiyah termasuk salah satu Aswaja”, ungkap wakil rektor dua yang kandidat doktor ini

Pelatihan Baitul Arqom ini ditutup oleh Rektor UMLA, Drs H Budi Utomo, M.Kes. Dalam sambutannya ia sangat mengapresiasi peserta yang penuh semangat dan disiplin untuk mengikuti kegiatan Baitul Arqom.

Lebih lanjut disampaikan rektor UMLA Para dosen muda ini alumni pasca sarjana berbagai perguruan tinggi. Mereka berasal dari Universitas  Muhammadiyah / Aisyiyah, PTN, bahkan ada yang dari Mesir.

“Mereka mengikuti kegiatan Baitul Arqom dengan penuh antusias. Bahkan ada yang baru pertama kali mengikuti perkaderan. Tentu ada juga aktifis IMM, HW, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah,” jelas kandidat doktor ini

Diah Indah Kumalasari, S.Farm, M.Farm salah satu peserta menyatakan untuk pertama kali ini saya mengikuti perkaderan di Muhammadiyah. Kalau saya tidak menjadi dosen di UMLA barangkali saya tidak akan merasakan perkaderan Baitul Arqom.

“Inilah yang disebut berkah. Mengabdi dengan menjadi dosen mengajarkan ilmu. Berkahnya mendapat ilmu juga tentang al Islam, Kemuhammadiyahan dan etos kerja kader Muhammadiyah” jelas Magister Farmasi lulusan UNAIR Surabaya ini,” ungkapnya.

Baca Juga:   Ilmu Hadis UAD Mulai Mendunia

Peserta Baitul Arqom ini diikuti sebanyak 74 peserta. Dinyatakan lulus 67 peserta dan yang tidak lulus 7 peserta. Yang tidak lulus harus mengulang lagi.

Sebagai peserta terbaik adalah dari FIKes Diah Indah Kumalasari, S.Farm, M.Farm. dari FEB Adi Lukman Hakim, SE, MM, dari FSTP Mufti Ari Bianto, SKom, M.Kom dan dari tendik  Luqman Hakim, SST. (FRS)